Showing posts with label Dzikir. Show all posts
Showing posts with label Dzikir. Show all posts

Sunday, 9 June 2013

DZIKIR FIDAA @ DZIKIR TEBUSAN (70,000 LA'ILAHAILLAALLAH TEBUS DIRI DARI API NERAKA)

Dzikir Fida dalam Al Quran dan Hadith

Para Masyayikh al-'Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA telah menjelaskan dan mengamalkan dzikir fida' guna menebus, membebaskan, melepaskan, menyelamatkan dan mengamankan diri mereka, lebih-lebih keluarga mereka dari siksa api neraka.

Penebusan diri dari api neraka itu telah ada sejak zaman Baginda Habibillah Rasulillah Muhammad   dan berkembang corak dan ragamnya. Kendati demikian, metode yang secara khusus diamalkan oleh para Masyayikh al-'Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA yang telah masyhur dengan istilah dzikir fida',

Terbahagi menjadi dua metode:


  • Pertama; 'Ataqot al-Shughra, yaitu membaca "Subhanallah wa Bihamdih" seribu kali (1.000 x) dan "Laa ilaaHha illallaHh " tujuh puluh ribu kali (70.000 x), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.



  • Kedua; 'Ataqot al-Kubra, yaitu membaca surat al-Ikhlas sebanyak seratus ribu kali (100.000 x), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka. Dan untuk menunjukkan kesungguhan itu semua, mereka memberikan mahar laksana kewajiban mahar dalam pernikahan.


Bahkan diantara ulama salaf ada yang menebus dirinya dari siksa api neraka dengan seluruh harta yang dimilikinya. Dalam memberikan mahar harus ada kesungguhan, apalah artinya dunia jika dibanding dengan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Dasar dua metode penebusan diri dari api neraka yang beraneka corak ragamnya itu, kesemuanya telah tersurat dan tersirat dalam nushush (penjelasan) di bawah ini:



1. Firman Allah SWT [Q.S. al-Taubah: 111]: 

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. [التوبة/111]
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [Q.S. al-Taubah: 111] 

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

2. Firman Allah SWT [Q.S. al-Baqarah: 207]:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ. [البقرة/[207]
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” [Q.S. al-Baqarah: 207]

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

3. Firman Allah SWT [Q.S. al-Zumar: 15]:

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ. [الزمر/15]
“Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” [Q.S. al-Zumar: 15] 

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

4. Rasulullah  bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ - أَوْ تَمْلأُ - مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا. (رواه مسلم)
“Kesucian itu setengah dari iman (yakni segi bathin), Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Subhanallah Wal Hamdulillah itu dapat memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya (yang dapat menyinari hati orang mukmin di muka bumi), shadaqah adalah bukti, sabar (dalam beribadah dan meninggalkan maksiat) adalah cahaya yang gilang gumilang (yang dapat menghilangkan segala macam kesempitan). Al-Qur’an adalah pedoman pokok, bermanfaat untukmu atau berbahaya atasmu. Semua manusia pergi di waktu pagi, lalu ada yang menjual, membebaskan atau memusnahkan dirinya.” [H.R. Muslim] 


Dalam komentarnya, Imam al-Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi    :

"Semua manusia pergi di waktu pagi, lalu ada yang menjual, membebaskan atau memusnahkan dirinya" adalah setiap manusia berusaha dengan dirinya sendiri, lalu di antara mereka ada yang menjual dirinya kepada Allah SWT dengan ketaatannya, sehingga membebaskannya dari siksa. Dan sebagian yang lain menjual dirinya kepada syaithan dan hawa nafsunya dengan cara patuh kepada keduanya, sehingga mencelakakannya."

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

5. Dalam Shahih Bukhari, dari shahabat Abu Huraiarah RA, beliau berkata: “Rasulullah  ﷺ berdiri ketika Allah SWT menurunkan ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. al-Syu’ara: 214)”, beliau bersabda:

“Wahai orang-orang Quraisy, belilah (selamatkanlah) diri kalian (dari siksa), aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT.
Wahai Bani Manaf, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.

Wahai Shafiyah bibi utusan Allah, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT. Wahai Fathimah putri Muhammad ﷺ,  mintalah apa saja yang engkau inginkan dari hartaku, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.” [H.R. Bukhari]

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮


6. Dalam Shahih Muslim, sahabat Abu Hurairah mengisahkan bahwa ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. al-Syu’ara: 214)”, 

Rasulullah  memanggil orang-orang Quraisy, lalu mereka berkumpul. Kemudian Rasulullah    menyampaikan sabda secara umum dan secara khusus, beliau bersabda: 

“Wahai Bani Ka’ab bin Lu’ai, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.
Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdi Syams, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdi Manaf, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.

Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdil Muthalib, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.

Wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Karena sesungguhnya aku tidak kuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian. Hanya saja kalian mempunyai hubungan kerabat, dan aku selalu melestarikannya dengan menyambung dan mempererat (tali silaturrahim dan memuliakan).” [H.R. Muslim]


Yang dimaksud dengan sabda Nabi   “Sesungguhnya aku tidak berkuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian” adalah janganlah kalian mengandalkanku karena kalian mempunyai hubungan kerabat denganku, sesungguhnya aku tidak berkuasa untuk menolak kemadlaratan yang dikehendaki oleh Allah SWT kepada kalian.

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮


7. Diriwayatkan dari Sayidina Abdullah bin Abbas RA, beliau berkata, Rasulullah  bersabda: “Barang siapa yang tiap pagi membaca “Subhanallahi wabihamdihi” seribu kali, maka sungguh ia telah membeli dirinya dari Allah SWT dan ia di akhir hidupnya menjadi orang yang dimerdekakan oleh Allah SWT.” [H.R. al-Thabrani dalam kitabnya Mu’jam al-Ausath]

Dalam sebagian atsar diriwayatkan bahwa barang siapa mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu akan menjadi tebusan dirinya dari api neraka. Sayiduna al-Syaikh Muhammad bin Abu Bakar al-Syili Ba’alawi RA berkata: “Ayahku mengumpulkan jamaah, mereka membaca tasbih seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal, membaca Lailaaha Illallah seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal.

Penduduk Tarim (Yaman) sangat memperhatikan dan enthusiastic dalam hal ini. Mereka berpesan kepada sebagian yang lain dengan menggunakan harta untuk hal (penebusan) itu. Ayahku adalah orang yang mendorong dan pendiri/pelaksana kegiatan ini. Demikian inilah apa yang dikerjakan oleh kaum sufi dan turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang. Sebagian dari mereka berpesan agar menjaga dan melestarikannya. Mereka menuturkan bahwa dengan hal itu Allah SWT memerdekakan hamba yang dihadiahi itu sebagaimana tercantum dalam hadits.”


Al-Imam Abu al-Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbali menuturkan bahwa sekelompok ulama salaf membeli dirinya dari Allah SWT dengan harta mereka. Di antara dari mereka membelinya dengan menyedekahkan semua hartanya, seperti Habib bin Abi Muhammad. Ada yang menyedekahkan dengan timbangan peraknya sebanyak tiga atau empat kali, seperti Khalid bin al-Thahawi. Dan juga ada yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal kebaikan dan mengatakan: 

“Aku hanyalah seorang tawanan yang berusaha untuk bebas.”, 

seperti ‘Amr bin ‘Uthbah. Sebagian dari mereka membaca tasbih sebanyak dua belas ribu kali setiap hari sesuai dendanya, seolah-olah ia telah membunuh dirinya sendiri, sehingga untuk membebaskan (hukumannya) ia harus membayar dendanya.



Syeikh Abu al-Abbas Ahmad al-Qasthalani RA berkata: “Aku mendengar Syaikh Abu Abdillah al-Qarsyi berkata: 

“Aku mendengar Abu Yazid al-Qurthubi RA berkata dalam sebagian atsar: 
“Barang siapa yang mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu menjadi tebusannya dari api neraka. Maka aku mengamalkan hal itu karena mengharap berkah janji itu. Lalu aku mengerjakannya dan sebagiannya kupersembahkan untuk keluargaku. Aku mengerjakan beberapa amal untuk simpanan diriku sendiri (di hari kiamat). Pada waktu itu ada seorang pemuda yang bermalam bersama kami, pemuda itu dianugerahi ilmu kasyaf, mampu melihat surga dan neraka. Para jamaah memang menilai pemuda itu sebagai orang yang mempunyai keutamaan walaupun usianya masih muda.


Di dalam hatiku terbesit sesuatu tentang pemuda itu. Kemudian sebagian ikhwan sepakat untuk mengundang dan mengajak kami ke rumah pemuda itu. Kami menyantap makanan dan pemuda itu bersama kami. Tiba-tiba pemuda itu berteriak yang menimbulkan asumsi tidak baik. Pemuda itu berkata: “Wahai paman, ini adalah ibuku sekarang berada di neraka.” Pemuda itu berteriak dengan teriakan yang sangat keras.


Siapapun yang mendengarnya pasti akan mengerti kalau pemuda itu tertimpa masalah yang sangat besar. Setelah aku melihat kepanikan dan kesedihannya, maka aku berkata:
“Hari ini aku akan mencoba untuk bersedekah kepadanya. Lalu Allah SWT memberi ilham kepadaku untuk membacakan Lailaaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal itu. Aku berkata dalam hatiku: “Atsar ini pasti benar dan orang-orang yang meriwayatkan kepadaku adalah orang-orang yang jujur. Ya Allah, Laailaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu ini adalah sebagai tebusan bagi ibu pemuda ini.”

Belum selesai hatiku berkata seperti itu, tiba-tiba pemuda itu berkata: 

“Wahai paman, ibuku ini telah dikeluarkan dari neraka.” Segala puji bagi Allah. Dengan peristiwa itu aku memperoleh dua faidah. Pertama, menguji kebenaran atsar. Kedua, dapat menyelamatkan pemuda itu dan mengetahui kejujurannya.”


Syakhul Akbar Muhyiddin bin al-Arabi pernah berwasiat untuk menjaga dan mengerjakan amalan yang dapat membebaskan seorang hamba dari api neraka, yakni dengan membaca Laailaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali. Karena dengan bacaan sebanyak itu sesungguhnya Allah SWT akan membabaskan seorang hamba dari api neraka atau membebaskan orang yang dihadiahi bacaan itu.


Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Amr al-Jawi RA berkata: “Bacaan Laailaha Illallah sebanyak ini (tujuh puluh ribu kali) disebut ataqat al-sughra (pembebasan kecil), sebagaimana halnya surat al-Ikhlash ketika dibaca sampai seratus ribu kali disebut ataqat al-kubra (pembebasan besar), walaupun hal itu dilakukan pada jarak beberapa tahun, karena tidak disyaratkan untuk berturut-turut.


والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب . وصلى الله على سيدنا وحبيبنا وقرة أعيننا ومولانا محمد صلى الله عليه وآله وسلم وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا الى يوم الدين , والحمد لله ربّ العالمين .


.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

Sumber : Muhammad Khudhori al-Tsubuty
+Credits to: SUFI ROAD

Tuesday, 21 May 2013

SAYYIDUL ISTIGHFAR & PETIKAN DO'A DARI TAFSIR AL AZHAR ~ (Jilid 5, Buya Hamka Petik Dari Riyadhus Sholihin)

 BISMILLAH-IR-RAHMAAN-IR-RAHIIM


[SAYYIDUL ISTIGHFAR @ PENGHULU SEGALA ISTIGHFAR]



PETIKAN DO'A DARI TAFSIR AL AZHAR
~ (Jilid 5, Buya Hamka Petik Dari Riyadhus Sholihin)

.

Monday, 20 May 2013

DO'A & RAYUAN GOMBAL PADA SANG PENCIPTA, PADA SANG PENCINTA


BISMILLAH-IR-RAHMAN-IR-RAHIIM


[DOA UNTUK KEPERLUAN YANG AMAT PENTING]



[DOA UNTUK SELALU MENDAPAT PERHATIAN & PERTOLONGAN DARI ALLAH]

.

Tuesday, 26 February 2013

AMALAN HATI ~ AYAT TUJUH (7) : ‘AYAT MUNJIYAT’ @ AYAT PENYELAMAT

Salam to All of You.

The day has come for me to write again,  further about Ayat & Amalan.
Juga seperti biasa, saya TIDAK BERMINAT hendak memaparkan faedah, kebaikan, kelebihan, fadhilat khasiat dan kaifiat mengenai AYAT 7 (TUJUH) yang akan saya perpanjangkan postingnya selanjutnya. 

Secara fitrahnya manusia mahu bahagia. Idamkan pelbagai manfaat untuk kebaikan diri. Mau mengesampingkan unsur-unsur negatif yang tak disenangi seperti fitnah & perbuatan khianat. Kebanyakan manusia mahukan yang positive-positive sahaja mari kepada nya. Mahukan kan wangi-wangi aja meliputinya. Kepingin akan yang indah nian sahaja menjadi miliknya. Damba kan yang muluk-muluk, elok bagus bahagianya dari segenap perkara menjadi hak dia.

Kalo ada yang tertekan dengan pergolakan duniawi, nescaya ada yang mahu segera lolos dan merdeka dari belenggu tekanan yang menghimpit... kan?

Tidak keterlaluan dikatakan manusia itu mahukan Allah agar memudahkan rezekinya, dipanjangkan umur, terpelihara dari gangguan jin, syaitan, fitnah dan dikasihi hamba-hamba Allah serta dimudahkan atau dikabulkan segala apa yang dicita-citakannya.



Ringkasnya, oleh kerana saya TIDAK BERMINAT nak ulas berkenaan khasiat, berkenaan kelebihan ayat... maka senang bicara saya simpulkan bahawa ianya adalah satu amalan hati untuk menetapkan pergantungan kita kepada Allah setiap masa. Baca dan fahami maksudnya. Bukan pergantungan kita kepada ayat dan amalan. Ini adalah semata-mata untuk melembutkan hati yang keras dan degil supaya tetap hanya pada Allah. Semua adalah untuk kita hayati dan kerana Allah s.w.t.

Fadhilat : Tiada apa-apa pun boleh memudaratkan selain dari Allah. Di amalkan setiap Solat Subuh & Solat Maghrib. Amalan ini juga di kenali dengan Ayat Tujuh (Ayat 7)

Pati atau essence nya ialah:  Berserahlah secara total. Penyerahan mutlak, pasrah, redha (tanpa memberontak, merengus, mengeluh, mengomel, mempertikaikan, mempersoalkan ... kenapalah , kenapa ni, pasal apa jadi macam ni ... ) hanyalah Dia tempat kita bergantung dan hanya kepada Dialah tempat kita berlindung, hanyalah Dia tempat mengadu serta meminta… bukan kepada makhluk kerana makhluk tiada kuasa apa-apapun. Allahlah yang Maha Berkuasa atas segala-galanya. Allah is The Only DOMINATOR, DETERMINATOR.  Tak usah menyangkal lagi.

“Cukuplah bagiku: Allah (yang menolong dan memeliharaku); kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri”. Kalau kita hayati sepenuhnya, hati kita akan jadi lebih teguh, jiwa kita lebih tenang dan kita tidak akan takut dan gusar menghadapi apapun karenah duniawi ini…

Ayat Tujuh juga dipanggil  ‘AYAT MUNJIYAT’ @ AYAT PENYELAMAT adalah terdiri daripada gabungan rangkaian 7 ayat yang diambil dari 6 surah dalam Al Quranul Karim. Ayat ini telah diamalkan oleh para alim ulama’ sejak dahulu lagi yang mana ianya turut terkumpul dalam kitab ‘Majmu’ syarif’.
.
Ayat Tujuh atau Ayat Munjiyat yang dikenali sebagai ‘Ayat-Ayat Pelindung & Penyelamat’ ini juga baik sekali dibaca dan diamalkan. Ia telah dibuktikan dari pengalaman Ibnu Sirrin r.a. sebagai ayat-ayat penyelamat dari berbagai kesusahan dan kesulitan.
.
So now? Ternyata posting saya kali ini jelas tidak kedapatan frasa-frasa "BARANGSIAPA MENGAMALKAN...." ataupun "BARANGSIAPA MEMBACA .... " :P


Lazimkanlah dzikrullah sebagai ubat dan penawar segalanya. Salah satu daripada dzikrullah adalah membaca al-Quran. Dampingi dan hayati kalam kalam Allah yang Maha Agung pasti akan temui jalan penyelesaian bagi setiap masalah yang kita hadapi.

Di bawah ini ada beberapa ayat yang dipetik daripada Al-Quran yang digelarkan oleh para ulama' dahulu sebagai Ayat Tujuh. Mudah-mudahan dengan berpasakkan keyakinan terhadap Allah kita akan tabah menghadapi setiap ketentuanNya. Bersamalah kita mengamalkannya




1.Surah At Taubah - Ayat 51
2.Surah Yunus - Ayat 107
3.Surah Hud - Ayat 6
4.Surah Hud - Ayat 56
5.Surah Al Ankabut - Ayat 60
6.Surah Fathir - Ayat 2
7.Surah Az Zumar - Ayat 38

SURAH AT-TAUBAH AYAT 51

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُون

RUMI : QUL-LAY-YUSIIBAN-AAA ~ ILLA MAA KATABA-ALLAH-U LANA ... HUWA MAWLAA-NA ... WA'LAA-ALLAH-I FAL-YA-TAWAKKAL-I-L-MU'MINUUN-A.


Katakanlah (wahai Muhammad): “Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”


SURAH YUNUS  AYAT 107

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ  مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


RUMI : WA-INYYAM-SAS-KA-ALLAH-U BI-DHURRINMFALAA KAASYIFA LAHUUU ILLAA HUWAA ... YA-INYYURID-KA BI-KHAIRINMFALAA RHODDD-A LI-FHOD-LIH-II ... YUSII-BU BIH-II MAIY-YASYAAA' -U MIN 'I-BAADIH-II .. WA HUWA-AL GHAFUUR-UR-RAHEEM-A


“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia melimpahkan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.”
.
SURAH HUD AYAT 6

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah jualah yang memberi  rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab (Luuh Mahfuz) yang nyata (kepada malaikat-malaikat yang berkenaan).”

SURAH HUD AYAT 56

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah jualah yang memberi  rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab (Luuh Mahfuz) yang nyata (kepada malaikat-malaikat yang berkenaan).”

SURAH AL-ANKABUT AYAT 60

وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah) berapa banyak binatang yang tidak  (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendir, Allah jualah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kamu; dan Dialah jua Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

SURAH AL-FATHIR AYAT 2

مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tiada sesuatupun yang dapat menahannya; dan apa jua yang ditahan oleh Allah maka tidak ada sesuatupun yang dapat melepaskannya sesudah itu. Dan (ingatlah) Dialah sahaja yang Maha Berkuasa, lagi Maha Bijaksana.”

SURAH AZ-ZUMAR AYAT 38

 وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ    أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ  ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ  ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

“Dan demi sesungguhnya! Jika engkau bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang mencipta langit dan bumi?” Sudah tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah (kepada mereka): “Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? Jika Allah hendak menimpakan daku dengan sesuatu bahaya, dapatkah mereka mengelakkan atau menghapuskan bahayaNya itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, dapatkah mereka menahan rahmatNya itu?” Katakanlah lagi: “Cukuplah Allah bagiku (yang menolong dan memeliharaku); kepadaNyalah bertawakkalnya orang-orang yang mahu berserah diri.”

.

Saturday, 16 February 2013

HASBUNALLAHU WA NI'MAL WAKIL.. Cukuplah Allah SWT Bagi Kita (Bersama Allah Yg Tak Mungkin Menjadi Mungkin)


Salam;
LOVE TO ALL, HATRED TO NONE.

Dalam Al Qur'an , Allah SWT menyatakan kepada hamba-hamba-Nya sebuah lafadz ketika berada dalam situasi yang sangat menghimpit, kritikal, tersepit, terhempas atau terhenyak. So, jangan ragu-ragu lagi, ayuhai bersegeralah hadapkan diri kita kepada Allah. Inilah ayat yang sangat special untuk hamba-hamba-Nya yang berserah diri bulat-bulat secara total kepada Allah.

Kalimat ini termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar. 


Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,
.
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ 
“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. ” (QS. Ali ‘Imran: 173) 


Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di neraka. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, 





إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ 
“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563) 


1. Menurut Bukhari, Ibn al-Munzir, al-Hakim dan al-Baihaqi, daripada Ibn Abbas berkata bahawa doa di atas merupakan kalimah yang terakhir diucapkan oleh Nabi Ibrahin a.s. sebelum dicampakkan ke dalam api. 

Nabi Ibrahim A.S dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud yang mengaku dirinya tuhan. Ketika diletakkan ke dalam manjaniq seperti yang diarahkan Raja Namrud yang siap bakal meluluh-lantakkan jasad Baginda A.S., tiba-tiba didatangi oleh Malaikat Jiril A.S. dengan memberi sebuah tawaran: "Mintalah padaku, nescaya kubantu kamu dari api"


Akan tetapi dijawab oleh Baginda Nabi Ibrahim A.S. "Aku tidak perlukan bantuanmu. Yang kuperlukan adalah bantuan Allah. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Sahihnya, Nabi Allah Ibrahim menyebut lafaz yang sama - Hasbunallah wa ni'mal wakil. Lalu api sejuk seperti diceritakan;
(Setelah tidak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: “Bakarlah dia dan belalah tuhan-tuhan kamu, jika betul kamu mahu bertindak membelanya!” Kami berfirman: “Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!" Surah Al-Anbiya': 68-69


2. Ia juga diucapkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ketika golongan kafir menakut-nakutkan Nabi tentang tentera bersekutu (pasukan Azhab [ الاحزاب]  dalam perang Khandaq @ Perang Parit di kota Madinah)  yang akan menyerang Nabi s.a.w. (Tafsir al-Fakhrurrazi, tafsir ayat 173, surah Ali ‘Imran).

.
Persiapan orang kafir sangat lengkap dengan kuda dan unta serta senjata yang banyak. Jumlah tenteranya 10,000 orang dianggotai enam puak, mud-muda dan tegap-tegap belaka. Mereka bergerak ke Madinah bertujuan menghancurkan Islam untuk selama-lamanya.
.
Berita kedatangan angkatan perang musuh (Pasukan Pakatan Ahzab) ini sampai kepada Rasulullah. Baginda SAW mengumpulkan sahabat berbincang untuk menentukan strategi dan taktik menghadapi musuh. Orang Islam dikumpulkan, lalu jumlahnya diketahui seramai 3,000 orang yang terdiri daripada orang tua, perempuan, kanak-kanak, bayi dan remaja.
.
Peristiwa ini diceritakan seperti firmanNya;
Mereka juga ialah yang diberitahu oleh orang-orang (pembawa berita) kepada mereka: "Bahawa kaum (kafir musyrik) telah mengumpulkan tentera untuk memerangi kamu, oleh itu hendaklah kamu gerun kepadanya".
Maka berita itu makin menambahkan iman mereka lalu berkata: "Cukuplah Allah untuk (menolong) kami, dan Ia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadaNya segala urusan kami)" Setelah (pergi mengejar musuh), mereka kembali dengan mendapat nikmat dan limpah kurnia dari Allah, mereka tidak disentuh oleh sesuatu bencana pun, serta mereka pula menurut keredhaan Allah. Dan (ingatlah), Allah mempunyai limpah kurnia yang amat besar. Surah Ali Imran: 173-174
-----------

Baginda Nabi Muhammad SAW juga mengucapkan ...  'Hasbunallahu wani'mal wakil' ketika musuh-musuh Baginda SAW mengancam akan meyerang Baginda SAW dan para pengikut Baginda Rasulullah SAW. Ucapan 'Hasbunallahu wani'mal wakil'  ini telah membangkitkan semangat yang luar biasa bagi para pengikut Baginda SAW sehingga memenangkan perjuangan dan peperangan. 

Tentera Islam menghadapi tentera musyrikin yang berganda-ganda jumlahnya di dalam Perang Badar. Sang Rasul ditakut-takutkan oleh pembawa berita, dengan jumlah tentera musyrikin yang ramai itu. Namun tentera Islam tidak pula berasa takut, namun sebaliknya yang terjadi. Orang-orang Islam mengucapkan - "Hasbunallah wa ni'mal wakil" Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baik penolong. 

Sehari sebelum pertempuran bersejarah Perang Badar, tentera Islam telah diberi rezeki "mengantuk". Bagi jiwa-jiwa yang belum tahu nasib hidup dan mati keesokan harinya, untuk mengantuk dan dapat tidur lena adalah sesuatu yang diluar fitrah kemanusiaan. Begitulah "rezeki" mereka. 

--------------------------

Dr Said Bouheraoua memberi perumpamaan, menyerahkan urusan kepada Allah sesudah berusaha, di dalam konteks kemanusiaan, adalah seperti membuat keputusan yang disokong oleh Perdana Menteri dan Timbalan Perdana Menteri. Baik atau buruk yang terbit sesudah berserah, hanyalah timbangan kemanusiaan, yang tidak mengetahui urusan masa hadapan. Allah lebih mengetahui akibat dan pengakhiran bagi sesuatu yang dikerjakan.

Menyerahkan diri (sesudah berusaha) kepada Dzat yang tidak dapat dilihat dan dicapai bukan sesuatu yang mudah. Mempercayai sesuatu yang tidak dapat digapai oleh deria, maka ia adalah sebahagian dari proses BERIMAN. Terkadang manusia terlalu yakin dengan kemampuan diri dalam membuat keputusan, tak kurang juga yang bergantung kepada insan lain. 
Dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu. Surah At-Talaq: 3
Tiada yang mustahil bagi Dia yang menguasai sekalian yang di langit dan di bumi. Ya Allah, jadikan aku dari hambaMu yang sentiasa berserah. Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil

Allah berfirman yang bermaksud:
"Adakanlah musyawarah dengan mereka dalam beberapa urusan, dan bila engkau telah mempunyai ketetapan hati, maka berserah dirilah kepadaAllah." (Surah Ali-Imran: 159)
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Berpalinglah dari mereka itu, dan berserah dirilah kepada Allah. Dan cukuplah Allah itu sebagai pelindung." (Surah An-Nisa': 81)

3. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahawa Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah (Hasbunallahu wani'mal wakil) diucapkan pula oleh Ummul Mukminin Sayyidatina 'Aisyah RA ketika berhadapan dengan madunya, Ummul Mukminin Zainab binti Jahisy RA.


Zainab berkata: "Allahlah yang menikahkanku dari langit sementara kalian dinikahkan oleh wali kalian"


Maka Sayyidatina Aisyah berkata: "Allahlah yang menerangkan kebersihan dan kesucianku lansung dari langit dan hal itu termaktub dalam Al-Qur'an"


Yakni peristiwa Saiyyidatina Aisyah RA tertimpa fitnah dan dia mengharapkan pertolongan Allah, di saat khabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu dirakam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).


Mendengar jawapan Sayyidatina 'Aisyah RA tersebut, Sayyidatina Zainab RA mengalah. lalu Sayyidatina Zainab RA bertanya lagi: "Apa yang engkau ucapkan ketika menaiki kenderaan (unta) Shafwan ibn al- Mu'aththal?"


Sayyidatina 'Aisyah RA menjawab:" Hasbunallah wa-ni'mal wakil ~ cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah Sebaik-baik Pelindung"


Sayyidatina Zainab RA berkata: "Engkau telah mengucapkan ucapan orang-orang beriman."


--------------------------


Pernyataan Tawakkal itu termasuk pekerjaan hati, terpaut di hati dalam menghadapi sesuatu persoalan atau pekerjaan, di mana manusia merasa bahawa dengan kekuatan sendiri tidak akan sanggup menghadapinya tanpa bersandar kepada kekuatan Allah SWT.

Apa yang terpaut dalam hati dengan keyakinan tersebut dipancarkan ke luar dengan mengucapkan (hasballah) sebagai berikut:
Hasbi Allah wa ni'mal wakil " ~ Allah cukup bagiku dan Ia sebaik-baik Penjaga"


Sejarah telah membuktikan kekuatan Hasballah yang diucapkan para anbiya' serta orang-orang soleh (salafussoleh) ..samada ketika mereka menghadapi cobaan besar atau fitnah berat yang melanda. Kekuatannya melebihi apapun kekuatan yang ada di dunia ini. Ianya menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkannya. Iaitu hanya pada Allah sahajalah ia berserah diri dan bahawa semua makhluq di sisi-Nya adalah lemah.

Maka tidak ada lagi alasan untuk takut, tidak ada lagi alasan untuk tidak semangat, tidak ada lagi alasan untuk khuatir pada hari esok sebab kita sebenarnya sudah ada Penolong dan Pelindung buat diri kita. Yakin yang Allah Maha Memberi Pertolongan, Maha Melindung dan Maha Mengasihi hambaNya. Jangan berhenti berharap & berusaha.

Pencerahan bagi jiwa-jiwa yang sedang ingin berserah diri