Showing posts with label Imam Al Ghazali. Show all posts
Showing posts with label Imam Al Ghazali. Show all posts

Saturday, 3 November 2012

IMAM AL -GHAZALI via MINHAJ KAUM ARIFFIN

Maafkan saya saudara-saudara ku sa-kalian...
Adapun saya bubuh yang mana-mana (tanpa menuruti sequent) dari 25 FASAL [XXV] 
dari Risalah Minhaj Al-'Ariffin cetusan Imam Al-Ghazali r.a.

Ini karena saya telah mengepost ikut gerak sahaja di group saya Bungkus 7G Unlimited di Facebook.
-----------------------------------------------------------------------


FASAL VII : BANGUN TIDUR

JIKA SA-SAORANG BANGUN DR TITONYA... HENDAKNYA DIA BANGUNKAN PULA HATINYA DR KELALAIAN, DAN JIWANYA DR KEBODOHAN. BANGKIT DGN TOTAL DIRI MENUJU DZAT YG MENGHIDUPKAN, DAN KEPADA-NYA ORG HARUS MENGEMBALIKAN JIWANYA.
----------------------------------------
BANGUN DENGAN FIKIRANNYA - DLM SEGALA GERAK & DIAMNYA ... NAIK BERSAMA HATINYA KE ALAM MALAKUT YG TINGGI.
----------------------------------------
TIDAK MENJADIKAN HATINYA MENGIKUTI HAWA NAFSU YG CHENDERUNG MENOLEH KE BAWAH (BHUMI), SEMENTARA HATINYA TEGAK MENGHADAP KE ATAS (LANGIT).
----------------------------------------
"kepadaNya ucapan-ucapan baik dan amal salih itu naik" [Surah Al-Fathir:10]


FASAL IX : BUANG AIR BESAR


BU-WANG AYER BESAR: JIKA KAU SEDANG BU-WANG AYER BESAR, HENDAKNYA KAU RENUNGKAN BAHWA MEMBU-WANG NAJEES ITU MERUPAKAN KEBAHAGIAAN. AND THEN, KAU BERISTINJA' HO.HO.HO... BERSUCHI SAMBIL MENINGGALKAN TINGGINYA CITA-CITA, MENUTUP PINTOO TAKABB
UR, MEMBUKA LEBAR-LEBAR PINTOO PENYESALAN DAN DUDUK DI ATAS LANTAI KEKECHEWAAN.
---------------------------------
AFTER THAT, KAU BERUSAHALAH SEKUEK TENAGO UNTUK LEBIH MEMENTINGKAN PERINTAH-NYA & MENJAUHI LARANGAN-NYA, BERSABOR ATAS HUKUM-HUKUM-NYA, MENCHUCHI KEBURUKAN DENGAN MENINGGALKAN MARAH & SYAHWAT, MENGAMALKAN AYAT-AYAT YG MENGANDUNGI HARAPAN SERTA MERENUNGI AYAT-AYAT YG MENGANDUNGI ANCHAMAN.
--------------------------------
SEBAB ALLAH MEMUJI KAUM YG DEMIKIAN:
"sa-sungguhnya mereka adalah org2 yg bersegera dlm mengerjakan amal kebaikan dan mereka berdo'a kpd Kami dgn penuh harap dan chemas & mereka adalah org2 yg khusyuk" [AL-ANBIYA': 90]


FASAL X : BERSUCI


... PERIHAL BERSUCHI PULAK: JIKA ANDA SEDANG BERSUCHI, LIHATLAH KEJERNIHAN, KELEMBUTAN & KEMAMPUAN AYER UTK MENYUCHIKAN DAN MEMBERSIHKAN.
------------------------
SA-SUNGGUHNYA ALLAH MENJADIKAN AYER PENUH KEBERKAHAN:
"dan Kami turunkan air 

dari langit penuh keberkahan" [Surah QAAF:9]
-----------------------
PERGUNAKANLAH AYER UTK ANGGOTA2 TUBUH YG DIPERINTAHKAN-NYA UTK DISUCHIKAN. MENSUCHIKAN DIRI KARENA ALLAH BAK KESUCHIAN AYER ITU SENDIRI... BERSIHKAN WAJAH HATI ANDA DARI PANDANGAN SELAIN-NYA
-----------------------
BASUHLAH TANGAN DARI HAK ORANG LAIN DAN USAPKANLAH KEPALA ANDA DARI BANGGA SELAIN-NYA & BERSYUKURLAH KPD ALLAH YG TELAH MENGILHAMKAN AGAMA KPD ANDA.


FASAL XI : KELUAR RUMAH


...JIKA ANDA KUAR UMAH... HENDAKNYA TAHU BAHAWA DALAM PERJALANAN ITU TERDAPAT HAK-HAK ALLAH. HAK-HAK-NYA YANG KENA TUNAIKAN ... DI ANTARANYA:
KETENANGAN, KEAGUNGAN & BERFIKIR TENTANG MAKHLUQ-NYA (YG BAIK & YG BURUK).
-----------------------------------
ALLAH BERFIRMAN:
"dan itulah perumpamaan-perumpamaan yg Kami berikan kepada manusia, dan tidak akan memikirkannya kecuali org-org yg memiliki ilmu pengetahuan"
.

Thursday, 4 October 2012

Mihrab Kaum 'Arifin : HAKIKAT HAJI (IMAM GHAZALI)


Bagi yang bermaksud menunaikan haji, haruslah memperkuatkan niat - yerlah, bakal beroleh haju merdud (ditolak or being rejected or bounced back).

Seharusnya yang bermaksud menunaikan haji pasang tekad seolah-olah dia TIDAK INGIN KEMBALI LAGI, berbaik sesama teman seperjalanan. ... dan ketika dia memasuki ihram dia mengosongkan diri, membersihkan dosa-dosa serta mengenakan busana kesetiaan & kejujuran.

DIA PENUHI PANGGILAN TUHANNYA.

... dan selama di Tanah Haram, 
dia hindari perbuatan-perbuatan yang dapat menjauhkannya dari Tuhannya. 
dia bertawaf dengan hatinya di sekitar 'Kursy Kemuliaan-Nya'.
dia bersihkan lahir bathinnya saat berdiri di Bukit Safa/.
dia berlari dari kongkongan nafsu serta tidak berharap dari yg telah diharamkan Allah.
dia mengakui dosanya ketika wuquf di Padang 'Arafah
& bertaqarrub (mendekatkan diri) saat di Muzdalifah.
dia melempakan jauh-jauh syahwatnya bersamaan dengan lemparan jumrahnya.
dia sembelih hawa nafsunya serta mencukur dosa-dosanya
dia menziarah ke Baitullah dengan mengagungkan pemilikNya
lalu mencium Hajar Aswad sebagai bukti kerelaannya terhadap ketentuanNya.
dan manakala tiba detik-detik thawaf Wada' (perpisahan), dia tinggalkan selain Allah.


Part 2:


HAJI HAKIKI : bermakna KESEMPURNAAN KEISLAMAN sasaorang muslim itu. Haji ditafsirkan sebagai HAJAT. Maka apabila kita telah berjaya SE –kan diri kita dengan Zat, Sifat, Asma’ & Af’al Allah maka mencapailah kita akan HAJAT. HIDUPLAH DG KEBESARAN ALLAH. SAMPAI LAH IA.

QALBU MUKMIN BAITILLAH iaitu pasangan kepada KA'ABAH zahir di Makkah.



Part 3:


Hakikat Berhaji Menurut Imam Ghazali ; Ketika Tawaf

Yang perlu diperhatikan adalah;
1.       Ketika tawaf hati perlu diisi dengan cinta, takut, harap dan pengakuan atas keagungan Allah,
2.       Sadar bahwa ada juga lintasan malaikat yang teramat dekat dengan-Nya. Mereka mengelilingi ‘Arasy. Tawaf tidak sekedar jasmani, namun tawaf hati melalui ingat pada Allah SWT.
3.       Menyadari kehadiran-Nya, Baitullah adalah symbol pengadilan Ilahi di dunia dan sekedar gerbang menuju alam malakut. Sadar adanya hubungan dengan Bait al-Ma’mur [rumah berpenduduk banyak] yang terletak antara syurga dan ka’bah. Malaikat yang tawaf di syurga mirip dengan manusia yang tawaf di bumi.
4.       Bila tidak dapat ‘menlihat’ ini dan melakukan tawaf tingkat ini, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan sebaik mungkin, meniru sebaik mungkin. Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa menyerupai suatu golongan, maka ia termasuk dalam golongan tersebut.’ HR. Abu Dawud, sahih. Imam Ghazali menjelaskan bahwa siapa yang mampu melakukan tawaf tingkatan tinggi ini, Ka’bah akan mengunjunginya dan berputar mengelilingi dan hanya orang yang  mempunyai kasyaf untuk melihat peristiwa ini, dia orang yang sangat dekat dengan Allah SWT.
Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.
HAKIKAT TAWAF HAKIKAT TAWAF