Showing posts with label Wirid. Show all posts
Showing posts with label Wirid. Show all posts

Sunday, 9 June 2013

DZIKIR FIDAA @ DZIKIR TEBUSAN (70,000 LA'ILAHAILLAALLAH TEBUS DIRI DARI API NERAKA)

Dzikir Fida dalam Al Quran dan Hadith

Para Masyayikh al-'Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA telah menjelaskan dan mengamalkan dzikir fida' guna menebus, membebaskan, melepaskan, menyelamatkan dan mengamankan diri mereka, lebih-lebih keluarga mereka dari siksa api neraka.

Penebusan diri dari api neraka itu telah ada sejak zaman Baginda Habibillah Rasulillah Muhammad   dan berkembang corak dan ragamnya. Kendati demikian, metode yang secara khusus diamalkan oleh para Masyayikh al-'Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa al-Haadiin al-Muhtadiin RA yang telah masyhur dengan istilah dzikir fida',

Terbahagi menjadi dua metode:


  • Pertama; 'Ataqot al-Shughra, yaitu membaca "Subhanallah wa Bihamdih" seribu kali (1.000 x) dan "Laa ilaaHha illallaHh " tujuh puluh ribu kali (70.000 x), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.



  • Kedua; 'Ataqot al-Kubra, yaitu membaca surat al-Ikhlas sebanyak seratus ribu kali (100.000 x), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka. Dan untuk menunjukkan kesungguhan itu semua, mereka memberikan mahar laksana kewajiban mahar dalam pernikahan.


Bahkan diantara ulama salaf ada yang menebus dirinya dari siksa api neraka dengan seluruh harta yang dimilikinya. Dalam memberikan mahar harus ada kesungguhan, apalah artinya dunia jika dibanding dengan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Dasar dua metode penebusan diri dari api neraka yang beraneka corak ragamnya itu, kesemuanya telah tersurat dan tersirat dalam nushush (penjelasan) di bawah ini:



1. Firman Allah SWT [Q.S. al-Taubah: 111]: 

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. [التوبة/111]
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [Q.S. al-Taubah: 111] 

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

2. Firman Allah SWT [Q.S. al-Baqarah: 207]:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ. [البقرة/[207]
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” [Q.S. al-Baqarah: 207]

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

3. Firman Allah SWT [Q.S. al-Zumar: 15]:

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ. [الزمر/15]
“Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” [Q.S. al-Zumar: 15] 

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

4. Rasulullah  bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ - أَوْ تَمْلأُ - مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا. (رواه مسلم)
“Kesucian itu setengah dari iman (yakni segi bathin), Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Subhanallah Wal Hamdulillah itu dapat memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya (yang dapat menyinari hati orang mukmin di muka bumi), shadaqah adalah bukti, sabar (dalam beribadah dan meninggalkan maksiat) adalah cahaya yang gilang gumilang (yang dapat menghilangkan segala macam kesempitan). Al-Qur’an adalah pedoman pokok, bermanfaat untukmu atau berbahaya atasmu. Semua manusia pergi di waktu pagi, lalu ada yang menjual, membebaskan atau memusnahkan dirinya.” [H.R. Muslim] 


Dalam komentarnya, Imam al-Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi    :

"Semua manusia pergi di waktu pagi, lalu ada yang menjual, membebaskan atau memusnahkan dirinya" adalah setiap manusia berusaha dengan dirinya sendiri, lalu di antara mereka ada yang menjual dirinya kepada Allah SWT dengan ketaatannya, sehingga membebaskannya dari siksa. Dan sebagian yang lain menjual dirinya kepada syaithan dan hawa nafsunya dengan cara patuh kepada keduanya, sehingga mencelakakannya."

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

5. Dalam Shahih Bukhari, dari shahabat Abu Huraiarah RA, beliau berkata: “Rasulullah  ﷺ berdiri ketika Allah SWT menurunkan ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. al-Syu’ara: 214)”, beliau bersabda:

“Wahai orang-orang Quraisy, belilah (selamatkanlah) diri kalian (dari siksa), aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT.
Wahai Bani Manaf, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.

Wahai Shafiyah bibi utusan Allah, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT. Wahai Fathimah putri Muhammad ﷺ,  mintalah apa saja yang engkau inginkan dari hartaku, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.” [H.R. Bukhari]

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮


6. Dalam Shahih Muslim, sahabat Abu Hurairah mengisahkan bahwa ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. al-Syu’ara: 214)”, 

Rasulullah  memanggil orang-orang Quraisy, lalu mereka berkumpul. Kemudian Rasulullah    menyampaikan sabda secara umum dan secara khusus, beliau bersabda: 

“Wahai Bani Ka’ab bin Lu’ai, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.
Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdi Syams, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdi Manaf, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.

Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdil Muthalib, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.

Wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Karena sesungguhnya aku tidak kuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian. Hanya saja kalian mempunyai hubungan kerabat, dan aku selalu melestarikannya dengan menyambung dan mempererat (tali silaturrahim dan memuliakan).” [H.R. Muslim]


Yang dimaksud dengan sabda Nabi   “Sesungguhnya aku tidak berkuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian” adalah janganlah kalian mengandalkanku karena kalian mempunyai hubungan kerabat denganku, sesungguhnya aku tidak berkuasa untuk menolak kemadlaratan yang dikehendaki oleh Allah SWT kepada kalian.

.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮


7. Diriwayatkan dari Sayidina Abdullah bin Abbas RA, beliau berkata, Rasulullah  bersabda: “Barang siapa yang tiap pagi membaca “Subhanallahi wabihamdihi” seribu kali, maka sungguh ia telah membeli dirinya dari Allah SWT dan ia di akhir hidupnya menjadi orang yang dimerdekakan oleh Allah SWT.” [H.R. al-Thabrani dalam kitabnya Mu’jam al-Ausath]

Dalam sebagian atsar diriwayatkan bahwa barang siapa mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu akan menjadi tebusan dirinya dari api neraka. Sayiduna al-Syaikh Muhammad bin Abu Bakar al-Syili Ba’alawi RA berkata: “Ayahku mengumpulkan jamaah, mereka membaca tasbih seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal, membaca Lailaaha Illallah seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal.

Penduduk Tarim (Yaman) sangat memperhatikan dan enthusiastic dalam hal ini. Mereka berpesan kepada sebagian yang lain dengan menggunakan harta untuk hal (penebusan) itu. Ayahku adalah orang yang mendorong dan pendiri/pelaksana kegiatan ini. Demikian inilah apa yang dikerjakan oleh kaum sufi dan turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang. Sebagian dari mereka berpesan agar menjaga dan melestarikannya. Mereka menuturkan bahwa dengan hal itu Allah SWT memerdekakan hamba yang dihadiahi itu sebagaimana tercantum dalam hadits.”


Al-Imam Abu al-Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbali menuturkan bahwa sekelompok ulama salaf membeli dirinya dari Allah SWT dengan harta mereka. Di antara dari mereka membelinya dengan menyedekahkan semua hartanya, seperti Habib bin Abi Muhammad. Ada yang menyedekahkan dengan timbangan peraknya sebanyak tiga atau empat kali, seperti Khalid bin al-Thahawi. Dan juga ada yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal kebaikan dan mengatakan: 

“Aku hanyalah seorang tawanan yang berusaha untuk bebas.”, 

seperti ‘Amr bin ‘Uthbah. Sebagian dari mereka membaca tasbih sebanyak dua belas ribu kali setiap hari sesuai dendanya, seolah-olah ia telah membunuh dirinya sendiri, sehingga untuk membebaskan (hukumannya) ia harus membayar dendanya.



Syeikh Abu al-Abbas Ahmad al-Qasthalani RA berkata: “Aku mendengar Syaikh Abu Abdillah al-Qarsyi berkata: 

“Aku mendengar Abu Yazid al-Qurthubi RA berkata dalam sebagian atsar: 
“Barang siapa yang mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu menjadi tebusannya dari api neraka. Maka aku mengamalkan hal itu karena mengharap berkah janji itu. Lalu aku mengerjakannya dan sebagiannya kupersembahkan untuk keluargaku. Aku mengerjakan beberapa amal untuk simpanan diriku sendiri (di hari kiamat). Pada waktu itu ada seorang pemuda yang bermalam bersama kami, pemuda itu dianugerahi ilmu kasyaf, mampu melihat surga dan neraka. Para jamaah memang menilai pemuda itu sebagai orang yang mempunyai keutamaan walaupun usianya masih muda.


Di dalam hatiku terbesit sesuatu tentang pemuda itu. Kemudian sebagian ikhwan sepakat untuk mengundang dan mengajak kami ke rumah pemuda itu. Kami menyantap makanan dan pemuda itu bersama kami. Tiba-tiba pemuda itu berteriak yang menimbulkan asumsi tidak baik. Pemuda itu berkata: “Wahai paman, ini adalah ibuku sekarang berada di neraka.” Pemuda itu berteriak dengan teriakan yang sangat keras.


Siapapun yang mendengarnya pasti akan mengerti kalau pemuda itu tertimpa masalah yang sangat besar. Setelah aku melihat kepanikan dan kesedihannya, maka aku berkata:
“Hari ini aku akan mencoba untuk bersedekah kepadanya. Lalu Allah SWT memberi ilham kepadaku untuk membacakan Lailaaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal itu. Aku berkata dalam hatiku: “Atsar ini pasti benar dan orang-orang yang meriwayatkan kepadaku adalah orang-orang yang jujur. Ya Allah, Laailaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu ini adalah sebagai tebusan bagi ibu pemuda ini.”

Belum selesai hatiku berkata seperti itu, tiba-tiba pemuda itu berkata: 

“Wahai paman, ibuku ini telah dikeluarkan dari neraka.” Segala puji bagi Allah. Dengan peristiwa itu aku memperoleh dua faidah. Pertama, menguji kebenaran atsar. Kedua, dapat menyelamatkan pemuda itu dan mengetahui kejujurannya.”


Syakhul Akbar Muhyiddin bin al-Arabi pernah berwasiat untuk menjaga dan mengerjakan amalan yang dapat membebaskan seorang hamba dari api neraka, yakni dengan membaca Laailaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali. Karena dengan bacaan sebanyak itu sesungguhnya Allah SWT akan membabaskan seorang hamba dari api neraka atau membebaskan orang yang dihadiahi bacaan itu.


Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Amr al-Jawi RA berkata: “Bacaan Laailaha Illallah sebanyak ini (tujuh puluh ribu kali) disebut ataqat al-sughra (pembebasan kecil), sebagaimana halnya surat al-Ikhlash ketika dibaca sampai seratus ribu kali disebut ataqat al-kubra (pembebasan besar), walaupun hal itu dilakukan pada jarak beberapa tahun, karena tidak disyaratkan untuk berturut-turut.


والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب . وصلى الله على سيدنا وحبيبنا وقرة أعيننا ومولانا محمد صلى الله عليه وآله وسلم وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا الى يوم الدين , والحمد لله ربّ العالمين .


.✿⊱╮.✿⊱╮.✿⊱╮

Sumber : Muhammad Khudhori al-Tsubuty
+Credits to: SUFI ROAD

Wednesday, 22 May 2013

ASMA AGUNG, NAMA AGUNG @ ISMU AZDHOM YANG DIAMALKAN OLEH IMAM MUSA AL KAZIM

                                               BISMILLAH-IR-RAHMAAN-IR-RAHIIM


Feel free to click older entries regarding Ismu Azdhom Imam Musa Al Kazim Ibnu Imam Ja'afar As-Sadiq Rahimullah-u Ta'ala

* Ismu Azdhom Entry Saturday, 24th November 2012
* Ismu Azdhom Entry Wednesday, 22nd May 2013



ISMUL A’ZAM YANG DI AMALKAN OLEH MUSA AL-KADHIM IBNU JA’FAR S-SHADIQ

KETERANGAN:
       Pada suatu peristiwa, khalifah Al-Rasyid telah menahan seorang ulama besar bernama Musa Al-Kazim bin Ja’far Shadiq pada suatu tempat tahanan karena ada terdengar fatwanya di masyarakat yang sifatnya tidak menyetujui tindakan khalifah dalam beberapa hal. Tetapi anehnya dalam waktu tidak beberapa lama kemudian khalifah memanggil penjaga pintu tahanan agar Musa Al-Kazim segera di keluarkan dan di beri hadiah sebesar 30.000 dirham.
          Penjaga pintu bertanya kepada khalifah: “ Apakah sebabnya wahai Amirul Mukminin maka demikian?”.
          Khalifah menjawab: “ Malam tadi ketika aku sedang tidur, aku bermimpi seorang lelaki dengan pisau terhunus datang kepadaku dan berkata ‘lepaskan Musa Al-Kazim, dia di fitnah dan di dzalim. Jika tidak saya akan menikam-mu dengan pisau ini’. Saya merasa seram terhadap mimpi ini. Lepaskanlah dia”.
          Dengan segera penjaga pintu itu pergi ke tempat tahanan dimana Musa Al-Kazim di tahan. Pintu tahanan segera di buka dan di persilakan beliau keluar.
          Di saat itu penjaga pintu menerangkan kepada Musa Al-Kazim tentang mimpi yang terjadi diri khalifah.
          Musa Al-Kazim berkata: “ Saya selama dalam tahanan dan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Salla Allahu 'Alayhi Wassallam  lalu Baginda Salla Allahu 'Alayhi Wassallam  mengajarkan kepadaku kalimat Ismul A’zam. Rasululah Salla Allahu 'Alayhi Wassallam berkata: ‘bacalah kalimat itu (do’a tersebut di atas), Allah akan memelihara kamu. Kalimat-kalimat itu lalu saya baca dan saya amalkan selama dalam tahanan ini."



مما حكاه ابن خلكان في ترجمة موسى الكاظم بن جعفر الصادق:
أن هارون الرشيد حبسه في بغداد ثم ذات يوم دعا ضابط شرطته،
 فقال له:
رأيت حبشياً أتاني ومعه حربة وقال لي:
 إن لم تخل عن موسى بن جعفر نحرتك بهذه الحربة فاذهب فخل عنه وأعطه ثلاثين ألف درهم.
 وقل له إن أحببت المقام عندنا فلك عندي ما تحب ،
وإن أحببت المضي إلي المدينة فامض. 
قال صاحب الشرطة:
ففعلت ذلك وقلت له (أي لموسى الكاظم) رأيت من أمرك عجباً؟ 
فقال:
أنا أخبرك، بينما أنا نائم إذ أتاني رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال:
يا موسى حبست مظلوماً فقل هذه الكلمات فإنك لا تبيت هذه الليلة في السجن .. قل:


يا سامع  كل صوت،
YAA SAMI’A KULLI SHOUTIN
Wahai Dzat yang mendengar setiap suara
ويا سابق  كل فوت
WA YAA SAABI'QA KULLI FAUTIN,
Wahai Dzat yang mendahului setiap yang berlalu
ويا كاسي  العظام  لحماً ـ ومنشرها  بع د الموت 
WA YAA KAASIYAA-L 'IZHOOMA LAHMAN
WA MUNSHI- RAHAA BA’DAL MAAUT
Wahai Dzat Yang membalut tulang dengan daging
~ kemudian memisahkannya setelah mati
أسألك  بأسمائك  العظام،
AS -AALUKA   BI- ASMAA-IKA -AL ‘IZHOOM
aku memohon dengan NAMA-MU YANG AGUNG
وباسمك  الأعظم  الأكبر  المخزون  المكنون
WA BI-ISMIKA-AL  A'ZHOOM AL- AKBAR  , AL- MAKH-ZUUN  -IL  MAK.NUUN 
dengan Nama-MU Yang Maha Agung Yang Maha Besar
yang tersembunyi & tersimpan
الذي  لم  يطلع  عليه  أحد  من  المخلوقين.
AL-LA DZII   LAM  YATH-THAL'IQ   ‘A-LAY.HI     AHAD.UN  MIN.AL MAKHLUUQ.EEN
yang sesungguhnya, tidak diketahui ke atasnya 
oleh seorangpun dari kalangan makhluq
يا  حليماً  ذا  أناة، 
YAA HALIIMAN      DZAA   ANAAHH 
Wahai Dzat Yang Maha Lemah Lembut Maha Kasih Sayang, 
tidak terbatas kasih sayang-MU
لا يقدر  على  أناته  أحد.
LAA YU.QODDARU   ‘ALAA   ANAA-TIH.II     AHAD-UN,
tidak terbatas ke atasnya satu pun
يا  ذا  المعروف  ـ  الذي  ل ا ينقطع  معروفه  أبداً،
YAA  DZAL MA’RUUF     ~ AL-LA DZII   LA  YANK- QATHI ’U    MA’RUUFUHU  ABADAN
Wahai Dzat Yang Mempunyai Kebaikan
sesungguhnya tidak terputus kebaikan-MU selama-lamanya abadi
ولا  نحصي  له  عدداً 
 WALAA TUHSHAA LAHUU   ‘ABADAN
dan tidak terhitung banyaknya

افرج عن
 FARRIJ ‘ANNII.
semoga kiranya Engkau mengeluarkan aku @ menyelamatkan aku 


فكان ما ترى!

Saturday, 24 November 2012

ISMU ADZHOM IMAM MUSA AL-KADZIM R.A. IBNU IMAM JA'AFAR ASH-SHADDIQ R.A.

                      BISMILLAH-IR-RAHMAAN-IR-RAHIIM



Feel free to click older entries regarding Ismu Azdhom Imam Musa Al Kazim Ibnu Imam Ja'afar As-Sadiq Rahimullah-u Ta'ala






ISMUL A’ZAM YANG DI AMALKAN OLEH MUSA AL-KADHIM IBNU JA’FAR S-SHADIQ

KETERANGAN:
          Pada suatu peristiwa, khalifah Al-Rasyid telah menahan seorang ulama besar bernama Musa Al-Kazim bin Ja’far Shadiq pada suatu tempat tahanan karena ada terdengar fatwanya di masyarakat yang sifatnya tidak menyetujui tindakan khalifah dalam beberapa hal. Tetapi anehnya dalam waktu tidak beberapa lama kemudian khalifah memanggil penjaga pintu tahanan agar Musa Al-Kazim segera di keluarkan dan di beri hadiah sebesar 30.000 dirham.
          Penjaga pintu bertanya kepada khalifah: “ Apakah sebabnya wahai Amirul Mukminin maka demikian?”.
          Khalifah menjawab: “ Malam tadi ketika aku sedang tidur, aku bermimpi seorang lelaki dengan pisau terhunus datang kepadaku dan berkata ‘lepaskan Musa Al-Kazim, dia di fitnah dan di dzalim. Jika tidak saya akan menikam-mu dengan pisau ini’. Saya merasa seram terhadap mimpi ini. Lepaskanlah dia”.
          Dengan segera penjaga pintu itu pergi ke tempat tahanan dimana Musa Al-Kazim di tahan. Pintu tahanan segera di buka dan di persilakan beliau keluar.
          Di saat itu penjaga pintu menerangkan kepada Musa Al-Kazim tentang mimpi yang terjadi diri khalifah.
          Musa Al-Kazim berkata: “ Saya selama dalam tahanan dan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Salla Allahu 'Alayhi Wassallam  lalu Baginda Salla Allahu 'Alayhi Wassallam  mengajarkan kepadaku kalimat Ismul A’zam. Rasululah Salla Allahu 'Alayhi Wassallam berkata: ‘bacalah kalimat itu (do’a tersebut di atas), Allah akan memelihara kamu. Kalimat-kalimat itu lalu saya baca dan saya amalkan selama dalam tahanan ini."


مما حكاه ابن خلكان في ترجمة موسى الكاظم بن جعفر الصادق:
أن هارون الرشيد حبسه في بغداد ثم ذات يوم دعا ضابط شرطته،
 فقال له:
رأيت حبشياً أتاني ومعه حربة وقال لي:
 إن لم تخل عن موسى بن جعفر نحرتك بهذه الحربة فاذهب فخل عنه وأعطه ثلاثين ألف درهم.
 وقل له إن أحببت المقام عندنا فلك عندي ما تحب ،
وإن أحببت المضي إلي المدينة فامض. 
قال صاحب الشرطة:
ففعلت ذلك وقلت له (أي لموسى الكاظم) رأيت من أمرك عجباً؟ 
فقال:
أنا أخبرك، بينما أنا نائم إذ أتاني رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال:
يا موسى حبست مظلوماً فقل هذه الكلمات فإنك لا تبيت هذه الليلة في السجن .. قل:


يا سامع  كل صوت،
YAA SAMI’A KULLI SHOUTIN
Wahai Dzat yang mendengar setiap suara
ويا سابق  كل فوت
WA YAA SAABI'QA KULLI FAUTIN,
Wahai Dzat yang mendahului setiap yang berlalu
ويا كاسي  العظام  لحماً ـ ومنشرها  بع د الموت 
WA YAA KAASIYAA-L 'IZHOOMA LAHMAN
WA MUNSHI- RAHAA BA’DAL MAAUT
Wahai Dzat Yang membalut tulang dengan daging
~ kemudian memisahkannya setelah mati
أسألك  بأسمائك  العظام،
AS -AALUKA   BI- ASMAA-IKA -AL ‘IZHOOM
aku memohon dengan NAMA-MU YANG AGUNG
وباسمك  الأعظم  الأكبر  المخزون  المكنون
WA BI-ISMIKA-AL  A'ZHOOM AL- AKBAR  , AL- MAKH-ZUUN  -IL  MAK.NUUN 
dengan Nama-MU Yang Maha Agung Yang Maha Besar
yang tersembunyi & tersimpan
الذي  لم  يطلع  عليه  أحد  من  المخلوقين.
AL-LA DZII   LAM  YATH-THAL'IQ   ‘A-LAY.HI     AHAD.UN  MIN.AL MAKHLUUQ.EEN
yang sesungguhnya, tidak diketahui ke atasnya 
oleh seorangpun dari kalangan makhluq
يا  حليماً  ذا  أناة، 
YAA HALIIMAN      DZAA   ANAAHH 
Wahai Dzat Yang Maha Lemah Lembut Maha Kasih Sayang, 
tidak terbatas kasih sayang-MU
لا يقدر  على  أناته  أحد.
LAA YU.QODDARU   ‘ALAA   ANAA-TIH.II     AHAD-UN,
tidak terbatas ke atasnya satu pun
يا  ذا  المعروف  ـ  الذي  ل ا ينقطع  معروفه  أبداً،
YAA  DZAL MA’RUUF     ~ AL-LA DZII   LA  YANK- QATHI ’U    MA’RUUFUHU  ABADAN
Wahai Dzat Yang Mempunyai Kebaikan
sesungguhnya tidak terputus kebaikan-MU selama-lamanya abadi
ولا  نحصي  له  عدداً 
 WALAA TUHSHAA LAHUU   ‘ABADAN
dan tidak terhitung banyaknya

افرج عن
 FARRIJ ‘ANNII.
semoga kiranya Engkau mengeluarkan aku @ menyelamatkan aku 


فكان ما ترى!



.

BISMILLAH 6 (ENAM)




.
Ini hanyalah rayuan gombal pengharapan-pengharapan bersandarkan puji-pujian kebesaran Asma' Allah.

Ayat-ayat ini tiada memberi sebarang kuasa mutlaq. Syirik bergantung kepada ayat. Dan perlulah difahami bahawa Allah SWT itu tidak perlu di suruh itu ini dalam memenuhi hasrat makhluq.  Segala-galanya terserah kepada Allah Tuhan Rabb-ul-Jalil untuk mentadbir dan mengkehendaki segala sesuatu. Segala-galanaya dalam genggaman Allah. Makhluq lah  yang senantiasa  tidak putus-putus bergantung dan berharap dan memerlukan Allah. Sesungguhnya AllahMaha Kaya darimu (tidak memerlukanmu) 

Al-Karîm adalah yang mulia dalam segala hal, yang amat banyak pemberian dan kebaikannya, baik ketika diminta maupun tidak. Nama Allah al-Karîm menunjukkan kesempurnaan kemuliaan Allah Azza wa Jalla dalam zat dan segala sifat serta perbuatan-Nya.

Allah-u Shomad
BISMILLAH 6 ENAM BISMILLAH 6 ENAM  BISMILLAH 6 ENAM 
KHASIAT BISMILLAH 6 ENAM KHASIAT BISMILLAH 6 ENAM 

1. Dengan nama Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Allah dengan segala sesuatu itu Maha itu Maha Mengetahui.

2. Dengan nama Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pembuka rahmat lagi Maha Mengetahui.

3. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Halus-Teliti/(Detail).

4. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa Menentukan.

5. Dengan nama Allah Yang Maha Gagah Perkasa Lagi Maha Kedermawan  Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Gagah Perkasa Lagi Maha Kedermawan

6. Dengan nama Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka Allah itu "sebaik baik Tuhan yg Memelihara" dan Dia-lah Maha Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang ''



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

YAQEEN: IKHTIAR & TAWAKKAL ~ BIIZNILLAH


"LAHAWLA WA LA QUWWATA ILLA BILLAH-I 'ALIYY-UL 'ADZHIIM"

•Makbul segala hajat dan cita-cita. •Luas rezkinya. •Jika ditiup kpd suami/isteri nescaya kasih ia kepada kita. •Menang dalam peperangan. •Penerang hati. •Dijauhkan dari segala penyakit. •Dibaca 70 kali tiap-tiap hari aman dari ancaman raja-raja dan pembesar yang zalim yang hendak membunuhnya. •Dibaca ditempat yahng suci nescaya dapat melihat malaikat, jin dan syaitan. •Dibaca dimalam jumaat 20 kali boleh melihat orang didalam kubur. •Aman daripada binatang2 buas. •Air laut menjadi tawar. •Terlepas daripada terkena bunuh jika dibaca kepada tubuh badan. •Jika ditulis dan dijadikan azimat atau dibaca pada sawah aman daripada ancaman babi, tikus atau burung. •Terselamat daripada bahaya musuh dan seteru. •Terselamat dari karam dilaut.  •Jika dibaca pada minyak malam jumaat tiga kali boleh memudahkan perempuan beranak jika meminumnya. •Orang yang pekak jika dibaca pada telinganya selam 7 hari nescaya mendengar (BIIZNILLAH) . •Orang gila atau yang dirasuk oleh iblis apabila dibaca ditelinga tiga kali INSHAALLAH lari iblisnya.  •Boleh tawarkan segala jenis bisa termasuk bisa sengat binatang seperti lebah, ular dan ikan.  •Boleh tawarkan segala jenis racun dan santau, seperti yang diperbuat daripada miang rebung, ulat bulu mati beragan, hempedu katak dan sebagainya. •Terkeluar daripada penjara apabila dibaca bersungguh-sungguh. •Dijadikan jampi untuk menghalau jin dan syaitan. 

Cara untuk merawat pesakit yang menderita kerana perkara diatas; latakkan tangan ditempat yang sakit, tahan nafas dan baca al-Fathihah dan juga ayat Bismillah Enam ini. Tiup tempat tersebut dah urut sedikit. Baca juga ayat ini pada air untuk disapukan pada tempat yang sakit dan untuk di minum. Angin akan keluar darpi pesakit dan diikuti oleh muntah, insyaallah.

Doa ini juga boleh digunakan kepada binatang yang termakan rumput yang diracun atau yang dipatuk ular. Kaedah rawatannya adalah dengan memberi makan rumput dan meminum air yang telah dibacakan dengan doa diatas.

AMAL LAH BISMILLAH ENAM INI KERANA IANYA MENJADIKAN SEGALA JENIS RACUN AKAN TAWAR DAN TIDAK MEMBERI MUDHARAT KEPADA PENGAMAL KALAU TERMINUM. GELAS YANG MENGANDUNGI RACUN AKAN PECAH KALAU DIPEGANG OLEH PENGAMAL BISMILLAH ENAM. INSYAALLAH.


.