Showing posts with label Ayat. Show all posts
Showing posts with label Ayat. Show all posts

Wednesday, 26 December 2012

LARUT DALAM ATMOSTPHERE YG SANGAT PEKAT ? . . . . . [SURAH AN-NUUR AYAT 40]


"Seseorang yang berada dalam kegelapan lautan yang luas 
dan dalam diliputi gelombang,
di atasnya ada gelombang,
di atasnya lagi ada awan-awan yang lebat,
kegelapan yang pekat dan berlapis-lapis"
[Surah An-Nuur : Ayat 40]




Di kala ombak memecah di bawah permukaan air, kelihatannya perenang me'megun'kan diri seketika di tengah-tengah deburan ombak yang membadai.



The static waves across the screen

Define this notion
Back and forth in between
Like my emotion

Tamsilan Ilahi yang amat mempesonakan...
Ditafsirkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Misykat al-Anwar:



... lautan yang luas dan dalam ... adalah hijab yang berupa keterlenaan pada dunia material dengan segala dosa yang membinasakan, serta peristiwa-peristiwa buruk dan kegelisahan-kegelisan yang menyesatkan.



... kata gelombang yang pertama adalah isyarat dari keterpesonaan oleh gelombang pelbagai syahwat hawa nafsu yang membangkitkan sifat-sifat kebinatangan, mendorong penyibukan diri dengan kesenangan-kesenangan inderawi, serta pemenuhan angan-angan murahan .... sehingga ...
"mereka makan dan bersenang-senang seperti layaknya binatang-binatang ternakan, maka nerakalah tempat kediaman mereka kelak" [ Surah Muhammad ; 12]

... ungkapan gelombang yang kedua menunjukkan ketidak-mampuan menepis rintangan dengan sifat-sifat kebuasan dan kebinatangan yang membangkitkan kemarahan, permusuhan, kebencian, kedengkian, keangkuhan, menunjuk-nunjuk dan bangga diri serta menimbun-nimbunkan harta kekayaan secara extreme.


...  awan-awan sebagai indicator dari pelacuran diri kepada kepercayaan-kepercayaan yang buruk, persangkaan-persangkaan yang menipu, dan khayalan-khayalan yang rosak, ... sehingga aura iman tertutup oleh debu kufur, seberti awan yang menghalangi pancaran sang mentari...

.

Sunday, 25 November 2012

10 Wasiat-Nasihat Luqman Al-Hakim (Berdasarkan Ayat 13, 16, 17, 18, dan 19 Surah Luqman)


* Feel Free To Click On Other Related Post:

LUQMAN AL-HAKIM [AHLI HIKMAH]





Berdasarkan al-Qur'an surat Luqman ayat 13, 16, 17, 18, dan 19, penyusun berpandangan bahwa pada ayat-ayat tersebut terdapat sepuluh (10) nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya. Adapun sepuluh nasihat tersebut adalah sebagai berikut,

nota Eva Talya Redd Rohim : Ayat dalam The Holy Qur'an Arabic Text From http://www.alislam.org/quran/ sistem penomboran bermula dengan 
Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahiim sebagai ayat no 1, oleh itu kedudukan ayat berganjak satu number dari penumberan standard)


1. Nasihat Agar Tidak Musyrik kepada Allah SWT


13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS.Luqman [31]: 13)

Yakni syirik adalah dosa yang paling besar. Sehubungan dengan hal ini, Bukhari telah meriwayatkan hadits melalui 'Abdullah ibn Mas'ud ra:

Artinya : 
"Al-Bukhari berkata, telah menerangkan kepada kami Qutaibah, (kata Qutaibah) telah menerangkan kepada kami Jarir, dari al-A'masy, dari Ibrahim, dari ’Alqamah, dari 'Abdullah ibn Mas'ud ra ia berkata, Ketika turun ayat :'Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman,' hal itu sangatlah memberatkan para sahabat, mereka berkata, 'Siapakah diantara kami yang tidak mencampuradukkan keimanannya dengan kedzaliman?.' 

Maka Rasulullah SAW bersabda, 
'Sesungguhnya bukanlah demikian (pengertiannya seperti yang kalian katakan), tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.'" (Bukhari jilid II : 1995 : 287).

Syirik di sini diungkapkan dengan perbuatan zalim. Mereka mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni dengan kemusyrikan.
Selanjutnya, Luqman mengiringinya dengan pesan lain, yaitu agar anaknya menyembah Allah SWT semata dan berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, (QS.al-Isra [17]: 23)

Artinya : "Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (Al-Qur'an dan Terjemah Depag RI : 2005 : 284).

Dan memang Allah SWT sering menggandingkan keduanya dalam al-Qur'an. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 428-429).

***    ***   ***    ***    ***
Penyusun tidak memasukkan ayat 14 dan 15 dari Qur'an surah Luqman sebagai wasiat Lukman al-Hakim kepada anaknya karena memperhatikan tekstual ayat tersebut tidak menggambarkan bahwa ayat tersebut adalah ucapan Luqman kepada anaknya, walau demikian tetap kedua ayat tersebut menjadi nasihat bagi anak dari Lukman al-Hakim dan anak dari orang tua muslim lainnya.


14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [*]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS.Luqman [31]: 14) 
* Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun


15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS.Luqman [31]: 15) 

***    ***   ***    ***    ***


2. Nasihat Agar Memegang Teguh Ketauhidan


16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[*] lagi Maha Mengetahui (QS.Luqman [31]: 16)
*Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya. 


Seandainya amal sekecil dzarrah (biji kecil) itu dibentengi dan ditutupi berada dalam batu besar yang membisu atau hilang dan lenyap di kawasan langit dan bumi, maka sesungguhnya Allah SWT pasti akan membalasnya. Demikianlah karena sesungguhnya Allah pasti akan membalasnya. Demikianlah karena sesungguhnya Allah, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dan tiada sebutir dzarrah pun, baik yang ada di langit maupun di bumi, terhalang dari penglihatan-Nya. Oleh sebab itulah disebutkan oleh firman-Nya; 

Artinya : "Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (QS.Luqman [31]:13)
  • Lathiifun, Maha Halus pengetahuan-Nya, sehingga segala sesuatu tiada yang tersembunyi betapa pun lembut dan halusnya. 
  • Khabiirun, Maha Mengetahui langkah-langkah semut sekecil apa pun yang ada di kegelapan malam yang sangat pekat. 
(Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 428-429).

Jamaal 'Abdul Rahman mengutip pemaparan al-Qurthubi, diceritakan bahwa anak Luqman al-Hakim bertanya kepada ayahnya tentang sebutir biji yang jatuh ke dasar laut, apakah Allah mengetahuinya? Maka Lukman menjawabnya dengan mengulangi jawaban semula yang disebutkan dalam firman-Nya,(QS.Luqman [31]: 16) 


3. Nasihat Agar Mendirikan Shalat
4. Nasihat Agar Memiliki Keberanian Memerintah kepada Kebaikan
5. Nasihat Agar Memiliki Keberanian Mencegah Kemungkaran
6. Nasihat Agar Bersabar Terhadap Musibah yang Menimpa


17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS.Luqman [31]: 17)

3) al-Hakim terus-menerus memberikan pengarahan kepada anaknya dalam pesan selanjutnya. 

Artinya : "Hai anakku, Dirikanlah shalat...." (QS.Luqman [31]: 17)

'Aqimish-shalaata, dirikanlah shalat, lengkap dengan batasan-batasan, fardhu-fardhu, dan waktu-waktunya. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

...........................................................................................................................

4) Pesan Luqman al-Hakim yang keempat adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk memerintah manusia untuk berbuat baik. Firman Allah SWT,

Artinya : "...dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik...."  (QS.Luqman [31]: 17)

...........................................................................................................................

5) Pesan Lukman al-Hakim yang kelima adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk mencegah orang-orang yang berada di sekitarnya berbuat kemungkaran. Firman Allah SWT, 

Artinya :"...dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar...." (QS.Luqman [31]: 17)

Terhadap pesan Luqman al-Hakim yang keempat dan kelima kepada anaknya di atas, 
Ibnu Katsir memberikan keterangan, Wa'mur bi'l-ma'ruufi wanha 'ani'l-mungkar, perintahkanlah perkara yang baik dan cegahlah perkara yang munkar menurut batas kemampuan dan jerih payahmu. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

...........................................................................................................................

6) Pesan Lukman al-Hakim yang keenam adalah agar anaknya bersabar terhadap musibah yang menimpa. Firman Allah SWT, 

Artinya : "...dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS.Luqman [31]: 17)

Karena sesungguhnya untuk merealisasikan amar ma'ruf dan nahyi mungkar, pelakunya pasti akan mendapat gangguan dari orang lain. Oleh karena itulah, dalam pesan selanjutnya Lukman memerintahkan kepada anaknya untuk bersabar.

Artinya : "... Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." Firman Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 17) 

Yakni bersikap sabar dalam menghadapi gangguan manusia termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah SWT. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

Menurut pendapat lain, Luqman memerintahkan kepada anaknya bersabar dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidup di dunia, seperti berbagai macam penyakit dan sebagainya, dan tidak sampai ketidak sabarannya menghadapi hal tersebut akan menjerumuskannya ke dalam perbuatan durhaka terhadap Allah SWT. pendapat ini cukup baik karena pengertiannya bersifat menyeluruh. Demikianlah menurut al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya. Menurut makna lahiriahnya, hanya Allah yang lebih mengetahui, bahwa firman-Nya;

Artinya : "... Sesungguhnya yang demikian itu...." (QS.Luqman [31]: 17) 

Isyarat yang terkandung di dalamnya menunjukan kepada sikap mengerjakan shalat, menunaikan amaar ma'ruf dan nahyi mungkar, serta bersabar menghadapi ganguan dan musibah, semuanya termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah SWT. (Jamaal 'Abdul Rahman : 2005 : 342-343).


7. Nasihat Agar Tidak Bersikap Sombong terhadap Orang Lain
8. Nasihat Agar Tidak Angkuh dalam Menjalani Hidup


18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS.Luqman [31]: 18)

7) Pesan Lukman al-Hakim yang ketujuh adalah agar anaknya jangan memalingkan muka dari manusia karena sombong, merasa diri paling tinggi derajatnya dari orang lain.

Artinya : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)...." (QS.Luqman [31]: 18)

Ash-Sha'r artinya berpaling. Makna asalnya adalah suatu penyakit yang menyerang tengkuk unta atau bagian kepalanya sehingga persendian lehernya terlepas dari kepalanya, kemudian diserupakanlah dengan seorang lelaki yang bersikap sombong. (Sayyid Qutb : 1992 : 2790).

Ibnu Abbas ra menafsirkan firman Allah SWT, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)...." yakni janganlah engkau bersikap sombong dengan meremehkan hamba-hamba Allah dan memalingkan mukamu dari mereka bila mereka berbicara denganmu. (Ath-Thabari jilid XXI : 1988 : 74).

Makna yang dimaksud ialah hadapkanlah wajahmu ke arah mereka dengan penampilan yang simpatik dan menawan. Apabila orang yang paling muda di antara mereka berbicara denganmu, dengarkanlah ucapannya sampai dia menghentikan penbicaraannya. Demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. (Jamaal 'Abdul Rahman : 2005 : 344).
...........................................................................................................................

8). Pesan Luqman al-Hakim yang kedelapan adalah agar anaknya tidak angkuh dalam menjalani hidup. 

Artinya : "...dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS.Luqman [31]: 18)

Berjalan di muka bumi dengan angkuh, ialah cara berjalan dengan langkah yang angkuh dan sombong dan enggan untuk bercampur gaul dengan orang lain (disebabkan kesombongannya itu). Cara berjalan yang maupun Khalik (Allah SWT) atapun makhluk (manusia) sama-sama tidak menyukainya. Cara berjalan yang sombong adalah indikasi akan lupa dirinya seorang hamba kepada Dzat Allah SWT (yang hanya Dia yang berhak untuk sombong). (Sayyid Qutb : 1992 : 2790).

Manusia menjalani hidup diantaranya dengan berjalan menelusuri relung-relung kehidupan setiap harinya. Lukman al-Hakim mengajarkan kepada anaknya untuk tetap tawadhu' (rendah hati) dan tidak takabbur (sombong) diantanya dengan menekankan agar dalam cara berjalan tidak berjalan dengan angkuh dan sombong.


9. Nasihat Agar Menyederhanakan Cara Berjalan
10. Nasihat Agar Melunakkan Suara


19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[*] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. 
*  Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat. 


Pesan Luqman al-Hakim yang kesembilan adalah agar anaknya menyederhanakan cara berjalan. Nasihat kesembilan ini berserta nasihat ketujuh, kedelapan dan kesepuluh adalah sama-sama menekankan untuk tidak berlaku sombong dan menanamkan sifat tawadhu' kepada anak.


Setelah Luqman al-Hakim memperingatkan anaknya agar waspada terhadap akhlaq yang tercela dengan nasihat ketujuh dan kedelapannya, dia lalu menggambarkan kepadanya akhlaq mulia yang harus dikenakannya. 

...........................................................................................................................

9)  "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan....(QS.Luqman [31]: 19)

Waqsid fii masyika, Yakni berjalanlah dengan cara jalan yang pertengahan, tidak dengan langkah yang lambat dan tidak pula dengan langkah yang terlalu cepat, namun dengan langkah yang pertengahan antara lambat dan cepat. (Ibnu Katsir jilid III : 1990 : 430).

Nasihat Luqman al-Hakim yang kesembilan ini adalah sesuai dengan salah satu sifat 'Ibaadu'r-Rahmaan (hamba-hamba yang baik dari Tuhan yang Maha Penyayang). Firman Allah SWT;

Artinya : "Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." (Al-Qur'an dan Terjemah Depag RI : 2005 : 365).

...........................................................................................................................

10) Nasihat Luqman yang terakhir kepada anaknya yang terdapat dalam Qur'an surahLuqman adalah agar anaknya melunakkan suara dalam berbicara dengan orang lain. 

Artinya : "...Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS.Luqman [31]: 19)

Menurut Ibnu abbas ra, waghdud min shautik, yakni rendahkanlah suarmu dan janganlah bersuara dengan keras (tanpa alasan yang baik). (Al-Fairuzabadi : tt : 345).

Menurut al-Maraghi, waghdud min shautik, yakni kurangilah dari nada suara dan ringkaslah dalam berbicara, dan janganlah meninggikan suaramu ketika tidak ada keperluan apapun untuk meninggikannya, karena hal itu adalah tindakan yang dipaksakan oleh yang berbicara dan dapat mengganggu diri dan pemahaman orang lain. (Al-Maraghi : 1974 : 86).


...........................................................................................................................

.+Credits to: Hanafi Anshory Ibnu Muharram

"Studi Analisa Sepuluh Nasihat Lukman al-Hakim kepada Anaknya sebagai Dasar Pendidikan Islam". Penulis mengangkat permasalahan ini dengan harapan dapat mengingatkan umat Islam akan pentingnya pendidikan Islam melalui penerapan sepuluh nasihat Lukman al-Hakim kepada anaknya sebagai dasar pendidikan Islam.

.

Friday, 2 March 2012

Surah Al-Hasyr (21-24)

* JUGA DIKENALI SEBAGAI DO'A 'PEMECAH'



بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani
*** *** ***



TRANSLITERASI RUMI: 
LAU ANZAL-NA HAA-DZA ~AL-QUR'AA-NA 'ALAA JABAL-IL-LA-RA-AITAH-U
KHAA-SHI-'ANM MUTASODDI'ANM MIN KHAS-YA-T-ILLAH.   
WA TIL-KA -AL AM TSA-LU NODHZ-RIBU-HA LI-NNAAS-I  LA-'ALLA-HUM YA TAFAKKARUUN-A


لَوۡ أَنزَلۡنَا هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ۬ لَّرَأَيۡتَهُ ۥ خَـٰشِعً۬ا مُّتَصَدِّعً۬ا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُہَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ (٢١

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini di atas sebuah gunung,
Nescaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah-belah 
kerana takut kepada Allah.
...dan (ingatlah) misalan perumpamaan ini 
Kami kemukakan kepada ummat manusia
Supaya mereka memikirkannya.


----------------------------------------------------------------------


TRANSLITERASI RUMI: 
HUWA -ALLAH-UL-ADZII  LAA-ILAAH-A ILLA HU-WA
'AALIM-UL-GHAIB-I WAS-SYAHAA-DAH
HUWA-AR-RAHMAAN-UR-RAHIIM-U

  هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُٱلرَّحِيمُ (٢٢)

Dialah Allah, yang tidak ada Ilaah melainkan Dia;
Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata
Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

----------------------------------------------------------




TRANSLITERASI RUMI: 
HUWA -ALLAH-UL-ADZII  LAA-ILAAH-A ILLA HU-WA
AL-MALIK-UL-QUDDUS-US-SSALLAAM-UL-MU'KMIN-UL- 
MUHAIMIN-UL- 'AZEEZ-UL-JABBAAR-UL- MUTAKABBIR-U.
SUBHA-NA ALLAH-I 'AMMA YUSHRI-KUUN


 هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَڪَبِّرُ‌ۚ سُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ (٢٣

Dialah Allah, Yang tiada Ilaah selain Dia - RAJA, 
Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, 
Yang Mengkurniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa,
Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, 
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

----------------------------------------------------------


TRANSLITERASI RUMI: 
HUWA -ALLAH-UL-KHAA-LIQ-UL BAA-RI-UL MUSAUWIR-U 
LAH-UL ASMAAA-UL HUSNAA.
YU-SABBIH-U LAH-UU MAA FII-SSAMAA-WAA-T-I WA-AL ARDH-I.
WA HUW-AL 'AZEEZ-UL HAKEEM-U.


     هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَـٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُ‌ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآ   ٱلۡحُسۡنَ                

Dialah Allah Yang Menciptakan sekalian makhluq
Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada)


Yang Membentuk-rupa (makhluq-makhluq-Nya menuruti apa yang dikehendaki-Nya)
Baginyalah nama-nama yg sebaik-baiknya & semulia-mulianya

--------------------------------------------------------

      يُسَبِّحُ لَهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Bertasbih kepada-Nya segala yang di langit dan di bumi
...dan
Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana


*** *** ***
.


Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani (22). 
Dialah Allah, Yang tiada Ilaah selain Dia - RAJA, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengkurniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa,Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (23). 
Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana (24).
Surah Al-Hasyr (ayat 22-24)

---------------------------------------------------------
AMMAR bin Yasar berkata dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Sesiapa yang membaca ‘auzubillahis samiul alim minas syaitanirajim’ tiga kali diikuti membaca tiga ayat yang terakhir daripada surah al-Hasyr, nescaya Allah akan menghantar kepadanya 70,000 malaikat khusus untuk berselawat (berdoa) kepadanya hingga pagi. Jika dia mati pada hari itu, maka dia mati syahid”.
.
Alangkah bertuah apabila seseorang itu beramal dengan doa berkenaan pagi dan petang, jika dia mati pada hari itu, Allah kurniakan mati syahid pula.
Justeru, adalah lebih baik jika bangun saja daripada tidur terus berdoa atau selepas menunaikan solat Subuh ketika masih bersih daripada sebarang kekotoran dan hadath.
Selepas berdoa akan diikuti pula dengan bacaan tiga ayat terakhir dari surah al-Hasyr.
Lebih afdal jika dilakukan ketika bangun mendirikan solat tahajud dan witir pada akhir malam.
Berkata Yazid bin Raqas dari Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Sesiapa yang membaca akhir surah al-Hasyr hingga akhirnya, apabila mati pada malam itu maka dia mati syahid”.
Jika badan terlalu letih dan amat mengantuk, bacalah doa yang ringkas seperti doa:

“Ya Allah, dengan nama-Mu, aku letakkan tubuhku di tempat pembaringan dan dengan nama-Mu akan aku angkat kembali tubuhku apabila aku bangun esok.”


.
.