Showing posts with label Muhasabah. Show all posts
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts

Tuesday, 2 July 2013

3 TINGKATAN ORANG BERILMU (Menurut `Abdullah bin al-Mubarak)

Belajar ialah ikhtiari hamba,
kefahaman ialah hasil kadar usaha hamba dgn izin Nya,
manakala keyakinan dan makrifah ialah kurnia anugerah Nya.



Tiada kata terindah selain dari hati. Tiada kata yang berkesan selain dari hati. Tiada kata yang menyentuh hati kecuali dari hati. Sebuah kutipan dari seorang ulama besar di masa 118 H. Gelar beliau sangat banyak, di antaranya: Al-Hafizh, Syekh Al-Islam, Fakhr Al-Mujahidin, pemimpin para ahli zuhud, dan masih banyak gelar lainnya. Beliau habiskan usianya untuk melakukan safar dalam rangka berhaji, berjihad, dan berdagang. Karena itu, beliau dikenal dengan “As-Saffar” (orang yang rajin melakukan perjalanan).

Beliau adalah pembelajar sejati. Beliau sering melakukan perjalanan dan petualangan dalam mencari hadith, sehingga beliau memiliki guru yang sangat banyak. Di antara guru beliau adalah Sulaiman At-Taimi, `Ashim Al-Ahwal, Humaid Ath-Thawil, Rabi` bin Anas, Hisyam bin `Urwah, Al-Jariri, Ismail bin Abi Khalid, Khalid Al-Hadza`, Barid bin Abdillah, dan masih banyak deretan ulama lainnya. Bahkan, beliau juga menulis hadis dari orang yang lebih muda atau lebih rendah tingkatan ilmunya dibanding beliau. Beliau adalah `Abdullah bin al-Mubarak, pernah mengatakan bahawa:


“Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

1)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong.  
2)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`.
3)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahawa dia tidak tahu apa-apa.”




1)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong. 

Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa manusia penuntut ilmu memiliki beberapa kriteria.
Yang pertama adalah mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu, dia merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki.

Tak mau menerima nasihat orang lain kerana dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasihat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah.

Terkadang dia mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada dia yang berpendidikan tinggi, namun dia tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, bongkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya  nafsu yang diutamakan sehingga emosi  tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

PENJELASAN: Yang dimaksudkan dengan sombong bagi peringkat pertama di atas ialah dia merasakan bahawa kononnya dia sudah tahu banyak perkara.  Lalu dengan perasaan sombong dia mula berani mengatakan itu dan ini, melabel itu dan ini dan terburu-buru.  Hal ini banyak kelihatan di sekeliling kita.

Ada yang sombong, angkuh dan besar diri dengan ilmu mereka.  Ternyata mereka ini adalah golongan yang baru di peringkat awal menuntut ilmu.  Ramai di peringkat ini.  Bahkan kita semua juga masih di peringkat ini.  Kita selalu berasa diri sudah hebat dan mengatakan orang lain salah disebabkan mereka tidak sama dengan pandangan atau pendapat atau ilmu atau pengalaman kita.

Mengetahui bahawa kita masih di peringkat pertama, justeru bersabarlah.  Jangan terlalu lekas melabel.  Teruskan belajar dan belajar supaya hikmah semakin menebal di dalam diri.



2)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`.

Namun adalah berikutnya sebuah tingkatan yang membuat semua orang mencintanya karena peribadinya yang mulia meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi.

Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain.

Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah SWT pun mencintainya.

PENJELASAN: Golongan yang lebih tinggi dari golongan pertama ialah segolongan yang tawadhu` dengan apa yang ada pada mereka.  Mereka merendah diri dengan ilmu mereka walaupun di dalam dada mereka sudah banyak ilmu dan pengalaman.  Sebenarnya ilmu dan pengalaman yang banyak itulah yang menyebabkan mereka faham tentang hakikat ilmu.  Lalu mereka berasa tawadhu`.


3)  Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahawa dia tidak tahu apa-apa.”

Sedangkan yang terakhir adalah yang teristimewa. Dia yang selalu merasa dirinya tetap tidak mengetahui apa-apa meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dadanya. Kerana dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya.

Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka.  Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu yang terlalu luasnya.
.
PENJELASAN: Dan yang paling tinggi dan hebat akan tingkatan ilmu mereka ialah apabila mereka merasakan mereka tidak tahu apa-apa.  Ini kerana hakikat ilmu semakin jelas dan nyata di hadapan mata dan hati mereka.  Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka.  Justeru, mereka bukan sahaja tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu, mereka lalu berasakan mereka tidak tahu apa-apa lantaran terlalu luasnya ilmu sehingga mereka bisa lemas di dalamnya.

...........................................

ALLAHU AKBAR!  Kata-kata ini cukup dapat mengetuk jiwa ini!  Betapa terzahirnya di sekeliling kita akan kelompok-kelompok manusia sesuai dengan apa yang disebut di dalam kata-kata di atas.

Fikirkanlah dan renungkan maksud kata-kata Ibnu al-Mubarak di atas.  Semoga kita dapat bermuhasabah dengannya.

Monday, 14 January 2013

PERIKSA KETAQWAAN VIA ANGGOTA TUBUH & PERASAAN

Taqwa related to hati dan anggota badan. Starting with mengenali taqwa pada anggota tubuh badan .... iaitu dengan mengamati apakah perbuatan lahiriah sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah?


(di petik dari tulisan Al-Muhasibi)

Kalau perbuatan lahiriah sudah boleh dikategorikan telah memelihara batasan-batasan Allah SWT, maka bolehlah diteruskan dengan mengamati kalbu. 


Kalau sikap kalbu seseorang yang istiqamah dan seiring dengan tujuan aktiviti lahiriah, yang dilakukan, maka ia InsyaAllah adalah salah seorang kekasih Allah.

Sayangnya, sulit menemukan orang seperti itu di zaman ini.





Muhasabah atau hisab diri atau self-evaluation dengan mengamati setiap aktiviti anggota tubuh - adakah sudah sesuai dengan perintah atau larangan Rabb atau tidak?

Lidah, adakah ia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah SWT, seperti menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran? Kalau sudah yakin bahawa lidah hanya mengucapkan apa yang diperintahkan, amatilah adakah ia juga menjahui ucapan yang dilarang?


Jika ternyata lidah memang terpelihara dari ragam ucapan yang dilarang, lanjutkanlah dengan mengamati mata: Adakah mata hanya melihat hal-hal yang halal dan menjauhi hal-hal yang haram? 

Apabila mata memang beristiqamah dan hanya memandang apa yang dibolehkan, teruskanlah dengan mencermati telinga: Adakah telinga hanya mendengarkan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang?

Bila telinga sudah menjalankan tugasnya dengan baik, lanjutkanlah dengan mengamati tangan: Adakah tangan hanya menyentuh benda halal dan menjauhi benda haram?

Kalau tangan sudah seperti yang yang diharapkan, lanjutkanlah dengan memerhatikan kaki: Adakah kaki sudah menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan?

Jika kaki sudah berfungsi sesduai dengan perintah Tuhan, lanjtkanlah dengan mengamati perut, kemaluan dan begitulah seterusnya. Apabila telah benar-benar yaqin bahawa seluruh anggota beristiqamah dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, jangan terburu-buru terus puas-hati.

Amatilah tujuan dalam melaksanakan kesemua itu: Adakah semua aktiviti lahiriah itu hanya ditujukan untuk mengharapkan redha Allah SWT atau apa?


"اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْللِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي

O Allah, I seek Your forgiveness and Your protection in this world and the next. O Allah, I seek Your forgiveness and Your protection in my religion, in my worldly affairs, in my family and in my wealth. O Allah, conceal my secrets and preserve me from anguish . 

، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي".



O Allah , guard me from what is in front of me and behind me , from my left , and from my right , and from above me . I seek refuge in Your Greatness from being struck down from beneath me.



(to be continued later)
it's 8.14am in Sungai Penchala and the washing machine keep spinning.
I have to dry my clothes and all the washed bedlinen awaiting to be hang under bright sun in this fine January's morning.


[~ Sambungan titipan dari Al-Harits Al-Muhasibi lagi...]

Setelah mendapati semua aktiviti hanya ditujukan untuk mengharapkan redha Allah SWT, resapilah... : Adakah rasa takjub dalam diri hingga merasa lebih baik dari orang lain kerana telah berjaya mentaati Allah?


Kalau tidak menemukan rasa takjub dalam diri, perhatikan: Adakah rasa sombong kerena telah melakukan semua itu?

Kalau memang tidak ada - dan itu memang tidak boleh, amatilah: Adakah perasaan bahawa kemampuan melakukan ibadah ini adalah berkat besarnya hasrat dan tekad dalam diri, bukannya berkat bantuan [dan rahmat] Allah SWT?



Tak tahu mengapa saya nak guna the word - PI.CIK
Later I will insert the word PI.CIK in the next paragraph. To assist the readers understanding the meaning, here i attach the related words which synonym to PI.CIK.

Apabila memang tidak terpancar atau terdesis sedikit pun  perasaan picik  yang disebutkan di atas (takjub dalam diri, sombong,  perasaan bahawa kemampuan melakukan ibadah ini adalah berkat besarnya hasrat dan tekad dalam diri) sedikitpun.. sedarilah : Adakah rasa bangga dalam diri kerana berjaya menepis perasaan picik itu?

Kalau memang tidak ada (rasa bangga dalam diri kerana berjaya menepis perasaan picik itu), cermati: Adakah motivasi melakukan semua itu benar-benar hanya Allah SWT?

Jikalau semua peasaan menyimpang tersebut memang tidak ada dalam hati, perhatikan: Adakah perasaan picik lain, seperti iri, merasa hebat, dan bercita-cita mendapatkan kemuliaan di muka bumi?

Apabila setelah direnungkan, ternyata semua itu telah jauh dari diri, seseorang itu pasti sedar  bahwa dirinya JAUH DARI ALLAH BIARPUN MERASA DEKAT DENGAN-NYA. BERPALING DARI-NYA WALAUPUN BERASA MENGHADAP-NYA, dan BERSANDAR KEPADA MAKHLUQ MESKIPUN BERASA BERSANDAR KEPADA-NYA.
.

Sunday, 13 January 2013

HAK-HAK ALLAH YANG KENA DIPELIHARA


Memelihara bererti tidak mengabaikan dan tidak mengurangi.

Hak Allah SWT yang kena kita penuhi :
1) melaksanakan yang wajib
2) meninggalkan yang haram.






Melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segala larangan adalah taqwa. Faktor di balik taqwa adalah takut akan azab dan hukuman Allah SWT. Barang siapa bertaqwa ia telah melindungi diri dari keburukan dunia dan akhirat yang memang harus dijauhi. Disamping itu , ia akan mendapat keredhaan Allah SWT, Yang Maha Pengasih.


.

SEMAK DENGAN BAIK HAL-HAL YANG PATUT DISEMAK

Menyemak (check) dengan baik adalah memerhatikan apa yg didengari dengan tidak menyibukkan hati dan anggota tubuh dengan sesuatu yang boleh melalaikan, serta memfokuskan diri pada segala upaya untuk memahami apa yang didengarkan, seperti mengarahkan padangan pada orang yang berbicara, atau menelaah buku tentang apa yang patut disemak.


Allah SWT menjamin bahawa orang yang menyemak dengan baik akan mendapat faedah dan manfaat dari apa yang disemaknya:

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau menggunakan pendengarannya, sedangkan ia menyaksikan" [Surah Qaf 58:37]

...di balik perbicaraan tersimpan pelajaran bagi orang beraqal, iaitu orang yang menyemak nasihat dengan baik, penuh perhatian, dan tidak main-main.

.

Saturday, 5 January 2013

RAGAM ORANG TERTIPU ... iii [PAKAIAN ILUSI - UJILAH DENGAN HASRAT]


Salam waktu Dhuha to all of you,

By the white forenoon and the brooding night your Rabb has neither forsaken you, 
nor does He hate you
Kecantikan-Mu keindahan-Mu kekuatan-Mu kekuasaan-Mu. 
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh.



"يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ
 وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ".

O Ever Living One, O Eternal One, by Your mercy I call on You to set right all my affairs. Do not place me in charge of my soul even for the blinking of an eye (i.e. a moment).




Apakah individu yang mengetahui pasti memiliki?
...sehinggakan mengganggap dirinya berharap padahal tertipu? 
Takut padahal berani
Bertawakkal pada Allah padahal bertawakkal pada ilmu? 
Mendekati Allah padahal mejauhi Allah? 
Cinta padahal tidak? 
Rajin padahal malas? 
Dan banyak lagi anggapan-anggapan lain yang diilhamkan oleh syaitan.


Below, method of self-cheking, instropeksi diri saya dapati dari Al-Harits Al-Muhasibi. (saya sengaja mention dengan sejelas-jelasnya nama besar Al-Harits Al-Muhasibi, tokoh besar dalam arena penyucian jiwa, supaya orang tak salah sangka dan terhindar apa yang digelar 'seperti ketam mengajar anaknya berjalan'.)



Untuk menyingkap kekeliruan diri, boleh digunakan sifat-sifat yang telah 
diyakini' telah di-install ke dalam diri sebagai asas test-run. Kalau benar telah yakin diri ada sifat 'takut' maka ujilah dengan berbuat maksiat. 




Nahhh... jika mahu juga memperturutkan hasrat itu, nampak sangat ia berani kepada Allah. And then, chermatilah apakah ia terlena dalam buaian maksiat atau segera bertaubat? Kalaulah tidak segera bertaubat, bermakna ia tidak takut, ini kerana tingkatan pertama takut ialah takut terhadap dosa. Jadi, bagaimana mungkin ia takut kalau perkara yang paling basic tidak ditakuti?



Berperilaku zuhud saat miskin? Ketika jalan rezeki terbentang luas, maka ia sibuk mengumpulkan harta. Dengan demikian jelaslah bahawa kezuhudan hanyalah bersifat sementara. Mengaku cinta Allah SWt, tapi tidak berhati jinak, tidak berhati lembut, liat beribadah, tidak menjauhi murka-Nya, serta tidak menikmati keindahan dzikir serta munajat.



.
Dikatakan baru bertawakkal kepada jalan, bukan kepada Tuhan Sang Pemberi Jalan. Ketika memiliki jalan rezeki, yakni ketika memiliki modal, sumber, pekerjaan, bisness, anak, family, kawan-kawan yang memenuhi kekehendak (macam yang kita wish lah), jiwa okay, rasa tenteram. Tetapi, ketika semua jalan itu hilang, jiwa mendadak resah, gelisah, sehingga ia benar-benar sedar bahawa tawakkalnya salah.



Bagi individu yang mengaku bahawa ucapan dan perbuatannya ikhlas.
Bagaimana?
Sayangnya, setelah ada kesempatan bersikap riya', selalulah sesiapa sahaja tidak boleh menguasai diri untuk mengikhlaskan perbuatan dan perkataannya. Ia menjadi ujub dan riya' dalam kebaikan.



[partially posted ... 
owh, got to go now... 
biiznillah, I will resume later when I return home].
.
Mukmin yang sejati pastinya bersikap ikhlas dalam bertauhid, bertawakal serta mencintai Tuhan dari karena merenung keindahan dan kesempurnaan-Nya atau mencermati nikmat dan kurniaan-Nya ... kerana jiwa pasti suka pada fizikal yang berbuat baik.


Motivasi cinta ada dua:1). Keagungan dan kesempurnaan2). Nikmat dan kurniaan

Individu yang mencintai-Nya kerana keagungan dan kesempurnaan-Nya lebih baik berbanding dengan individu yang mencintai-Nya kerana kurniaan dan nikmat-Nya. Ini kerana cinta yang pertama terkait dengan Allah SWt semata-mata ... dengan Dzat dan Sifat-Nya, sedangkan cinta yang kedua terkait dengan makhluq-Nya.
Memerhatikan nikmat dan kurniaan bererti tidak meletakkan fokus kepada Rabb. Mencintai kerana keagungan dan kesempurnaan-Nya bererti memusatkan perhatian epada-Nya.... Sedangkan bercinta kerana nikmat dan kurniaan-Nya bererti membelah perhatian kepada Allah serta nikmat dan kurniaan-Nya.

Jiwa berharap kala memerhatikan luasnya rahmat, takut saat mengingati pedihnya azab, serta pasrah ketika menyedari kemandirian-Nya dalam memberikan manfaat dan juga bahaya. Setelah mengetahui ini dengan baik, ia menyakini dirinya benar-benar baik? 

Apabila seseorang berlagak dengan memiliki semua sifat-sifat terpuji ini d hadapan orang lain, ia mengakui, dengan perbuatan, sesuatu yang tidak dimilikinya. Kalau ia menyebut dirinya memiliki sifat-sifat itu  ia mengakui, dengan perbuatan, sesuatu yang tidak dimilikinya. 

Maka.... Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang berpura-pura dengan sesuatu yang tidak dimiliki laksana orang yang mengenakan pakaian ilusi" [Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim]
.
.

RAGAM ORANG TERTIPU ... ii [BERHARAP-HARAP CEMAS]

Salam to all,
Syukur Alhamdulillah... Segala Puji-Pujian Buat Pencipta Langit Dan Bhumi... Praise and thanks to the Creator... Thank you Allah for giving me another day to be thankful. For I still can wake-up and breathe the air , gives me strength to live another day... and peace at home.


All praise is due to Allah alone. O Allah , by You we enter the morning and by You we enter the evening,  by You we live and and by You we die, and to You is the Final Return.



"أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ للهِ وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحَدْهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، ربِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَومِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَومِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَسُوءِ الكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ".


We have entered a new day 
 and with it all dominion is Allah's. Praise is to Allah. None has the right to be worshipped but Allah alone, Who has no partner. To Allah belongs the dominion, and to Him is the praise and He is Able to do all things. My Rabb, I ask You for the goodness of this day and of the days that come after it, and I seek refuge in You from the evil of this day and of the days that come after it. My Rabb, I seek refuge in You from laziness and helpless old age. My Rabb, I seek refuge in You from the punishment of Hell-fire , and from the punishment of the grave.





Kayyy... lubang hidung aku masih boleh menyedut masuk udara (orang putih kata inhale) dan menghembus keluar udara (orang putih kata exhale) ... dan dengan kekuatan Allah yang Maha Penggerak... 

... dapat juga bergerak menaip lagi buat kesekian kalinya tuk-tak-tuk-tak macam ayam mencatuk bijian jagung kering , bunyi jejari ku menyentuh key-board pada pagi Sabtu yang penuh mode nak bermalas-malas dalam rumah... tak berlu bergegas seperti hari normal, perlu terkejar-kejar kerja, urusan kemandirian cari rezeki buat kelansungan hidup...adat orang makan gaji saban hari.

... ada kalangan individu yang mengetahui dengan jelas bab-bab hukum-hakam ni yang kita panggil faqih ... tahu jelas haram, haram ...contohnya seorang pemberi fatwa , para hakim. Memiliki pengetahuan tentang hukum syariat sebagai tiang, jika individu dalam katagori ini lalai, terbuai hanyut, maka akan lebih parah dari individu yang tahu tapi tak mengamalkan atau mengambil manfaat dari ilmu agamanya. Adakah mungkin dimisalkan seumpama orang yang tahu ibarat ahli farmasi, sedangkan orang faqih ini seumpama doktor...? 



Hmmm ... semoga sama-samalah kita (termasuk diriku) tidak dibutakan dengan tompokan dosa... Semoga kita (termasuk diriku) diberikan kekuatan untuk menghindari dengan menginsafi bahawa pengetahuan tentang keagungan Allah, keluasan rahmat serta kehebatan azab Allah SWT lebih baik berbanding ilmu fiqh yang dibanggakan. 


Berharap-harap cemas lah kita.
.

RAGAM ORANG TERTIPU ... i [ILMU TIDAK BERMANFAAT ADALAH BOOMERANG]

Jalan raya depan rumah sudah agak lengang pada pukul 9.39 malam minggu. It's a Saturday nite!
Sesekali kedengaran berdesing rempitan ekzos motosikal cub menyempret... huk aloh ... hua, hua, hua...

Okey... aku baru sahaja sudah mencuci pinggan mangkuk material melamine grade A, bercorak buah-buahan.
(motiff intro posting kali ni yang agak lemau?) Hmmm... warm-up jejari yang dah tak berapa biasa nak tekan key-board hujung-hujung minggu neyh... here we go now...


"اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً".

O Allah, I ask You for knowledge that is of benefit , a good provision , and deeds that will be accepted . 

(.. to be continued...sooner lah, ngantuk pulak)



Individu yang banyak merawi hadith, mengulas-tafsir, memperpanjangkan ilmu, peringatan, pesanan, posting, etc... sekiranya... yakin bahawa 'prestasi'nya itu akan menyelamatkan dia dari neraka.

Individu yang tidak bersandar kepada Allah, half-hearted dalam beribadah, memandang rendah hamba-hamba Allah SWT, berani bermaksiat, berasakan tiada orang lain yang menyamai level dia, bahkan tiada rasa segan melakukan dosa besar kerana yakin tidak akan dimintai bertanggung jawab.

Nahhh... kealpaan serta kelalaian... hanyutan ini brangkali bisa dicegah dengan menyadari (sedor lah tu) bahawa ilmu itulah yang boleh jadi modal (alasan) yang kukuh oleh Allah untuk mengenakan azab kepada individu tersebut. Ini kerana menepani characteristic ilmu yang tak bermanfaat pada hakikatnya adalah boomerang.


"Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk neraka adalah para ulama yang tidak mengamalkan ilmunya. Mereka berkata, 'Ya Allah, Engkau akan menyiksa kami sebelum penyembah berhala?' Dikatakan kepada mereka, 'Tidak sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu.' " ~ Al-Hadith

Sedar. Kesadaran itu harus benar-benar terpatri dalam kalbu, sehingga tidak tertipu dan mengharapkan rahmat-Nya seraya merenungkan sabda Rasulullah SAW:


"Tak seorang pun di antara kalian diselamatkan oleh amal ibadahnya"

Kalau ibadah sahaja tidak boleh menyelamatkan seseorang... bagaimana dengan sekadar pengetahuan tentang ibadah?
.

Sunday, 30 December 2012

TAAT ADALAH JALAN BERKAT, DIMULAI DENGAN 'MELAKUKAN'

Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahiim


Taat... adalah jalan berkat... yang dimulai dengan 'melakukan'... make a move, take action.
Satu-satunya cara mendekatkan diri kepada Allah SWT ialah mentaati-Nya. 

Mentaati Allah bermakna melaksanakan yang wajib dan yang sunnah serta meninggalkan yang haram dan makhruh.

Rules nya ialah - prioritize the category. Mendahulukan yang wajib atas yang sunnah. Weightage concept ~ Lebih menjauhi yang haram dari yang makruh.

Berbeza dengan apa yang ada berlaku di kalangan ummat sekarang yang bersangka-sangka mereka dekat dengan Allah SWT,  padahal sebenarnya mereka jauh. Meninggalkan perkara wajib untuk melaksanakan amalan sunnah, dan melakukan perkara haram kerena ingin menjauhi perkara makruh.


Tak kurang pula ada yang beribadah dengan hati yang menyimpan riya', hasad, sombong dan ujub:

"Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya" [Surah al-Kahf [18]:104]

Betapa banyak orang memandang sesuatu yang tak boleh dipandang, membicarakan sesuatu yang tak layak dibicarakan, dan meremahkan sesuatu yang tak patut diremehkan?

Taqwa itu ada 2 jenis.
Pertama, berkenaan dengan sikap hati, yang terdiri dari dua macam:

1]. Wajib, seperti iman dan ikhlas dalam melakukan
2]. Haram, seperti riya' dan pengagungan berhala


Kedua, berkenaan dengan perbuatan anggota badan, seperti pandangan mata, sentuhan tangan, gerakan kaki dan ucapan lidah

.

Wednesday, 26 December 2012

LARUT DALAM ATMOSTPHERE YG SANGAT PEKAT ? . . . . . [SURAH AN-NUUR AYAT 40]


"Seseorang yang berada dalam kegelapan lautan yang luas 
dan dalam diliputi gelombang,
di atasnya ada gelombang,
di atasnya lagi ada awan-awan yang lebat,
kegelapan yang pekat dan berlapis-lapis"
[Surah An-Nuur : Ayat 40]




Di kala ombak memecah di bawah permukaan air, kelihatannya perenang me'megun'kan diri seketika di tengah-tengah deburan ombak yang membadai.



The static waves across the screen

Define this notion
Back and forth in between
Like my emotion

Tamsilan Ilahi yang amat mempesonakan...
Ditafsirkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Misykat al-Anwar:



... lautan yang luas dan dalam ... adalah hijab yang berupa keterlenaan pada dunia material dengan segala dosa yang membinasakan, serta peristiwa-peristiwa buruk dan kegelisahan-kegelisan yang menyesatkan.



... kata gelombang yang pertama adalah isyarat dari keterpesonaan oleh gelombang pelbagai syahwat hawa nafsu yang membangkitkan sifat-sifat kebinatangan, mendorong penyibukan diri dengan kesenangan-kesenangan inderawi, serta pemenuhan angan-angan murahan .... sehingga ...
"mereka makan dan bersenang-senang seperti layaknya binatang-binatang ternakan, maka nerakalah tempat kediaman mereka kelak" [ Surah Muhammad ; 12]

... ungkapan gelombang yang kedua menunjukkan ketidak-mampuan menepis rintangan dengan sifat-sifat kebuasan dan kebinatangan yang membangkitkan kemarahan, permusuhan, kebencian, kedengkian, keangkuhan, menunjuk-nunjuk dan bangga diri serta menimbun-nimbunkan harta kekayaan secara extreme.


...  awan-awan sebagai indicator dari pelacuran diri kepada kepercayaan-kepercayaan yang buruk, persangkaan-persangkaan yang menipu, dan khayalan-khayalan yang rosak, ... sehingga aura iman tertutup oleh debu kufur, seberti awan yang menghalangi pancaran sang mentari...

.

Friday, 14 December 2012

Artikel Pilihan : Self Audit : Why? Why? Why? Mana Manisnya?

Apakah kita pernah mengalami malas beribadah?
Terasa berat untuk tilawah atau tidak merasakan kenikmatan ketika membaca Al-Quran atau solat? Atau mungkin merasa susah untuk bangun malam untuk qiyamulail?


Sedangkan jam sudah diset untuk mengejutkan kita, alarm handphone juga sudah disetting tetapi ketika berdering kita tetap terlelap dalam tidur, hanya kedengaran seperti dalam mimpi dan akhirnya mati-mati sendiri atau bangun dengan setengah sedar, setelah itu menarik selimut untuk meneruskan tidur. Sedangkan biasanya dengan mudah boleh bangun.


Apa yang terjadi dengan diri kita?


Atau mungkin kita pernah merasakan mulut ini terasa berat ketika melantunkan ayat-ayat Al-Quran atau mengucapkan salam kepada saudara kita. Atau mungkin kita secara sengaja memperlambatkan waktu menunaikan solat, terkadang hati rasa meluat dengan rakan di pejabat kerana hal-hal yang kecil atau prasangka buruk. Terkadang kita melalui hari yang kita isytiharkan sebagai hari malang atau tiada mood. Dan makin malang lagi kita dengan sengaja melanggar titah perintah Allah swt.


Jika hal-hal seperti itu terjadi pada diri kita, maka segeralah kita evaluasi diri. Ada apa dengan diri kita? Keadaan seperti ini jangan dibiarkan begitu saja, lama-kelamaan akhirnya terbiasa. Seperti halnya penyakit, kalau sudah ada simptom-simptom segera berjumpa doktor dan memakan ubat agar segera sembuh. Begitu pula dengan ruhiyah kita, kalau sudah ada gejala ‘bermalasan’ dan penurunan anjakan ruhiyah maka segera kita muhasabah diri kita, bagaimana hubungan kita dengan Allah dan apa yang sudah kita lakukan?


Jangan-jangan kita banyak maksiat yang kita kerjakan hingga menghalangi amalan-amalan kita. Mungkin kita tidak boleh menjaga dari hal-hal yang makruh bahkan diharamkan oleh Allah sehingga menghalangi organ tubuh kita untuk beribadah kepada-Nya.


Misalnya, kita menggunakan mata untuk menonton drama/filem yang melalaikan meski cuma satu atau dua jam. Mungkin mata kita tidak dijaga dari melihat hal-hal yang tidak berguna bahkan mengandung maksiat, akhirnya Allah pun tidak menjaga mata kita untuk beribadah padaNya. Lalu, mata kita malas untuk bangunkan kita solat malam, mata kita rasa berat untuk beribadah, rasa berat untuk membaca buku-buku tazkirah hati, rasa berat untuk melihat email-email yang memberi nasihat.


Selain mata, telinga juga perlu kita jaga. Boleh jadi kita susah bangun malam untuk bertaqarub kepada Allah swt kerana kita tidak menjaga telinga kita. Telinga kita digunakan untuk mendengar gosip atau muzik-muzik melalaikan bahkan terkadang boleh terngiang-ngiang dalam memori kita kerana seharian yang didengari adalah muzik-muzik itu, dangdutlah, bollywoodlah, lagu cintanlah, lagu sayulah dan semacam lagi. Akhirnya malamnya telinga kita tidak mampu kedengaran dering jam bahkan suara adzan, telinga kita rasa berat untuk mendengar tazkirah dan telinga rasa bosan mendengar nasihat. Na’udzubillah.


Selain itu mulut tak kalah pentingnya untuk dijaga. Kerana mulut itu pula yang banyak menjerumuskan manusia terutama wanita ke dalam neraka, Na’udzubillah. Kerana mulut boleh menjadi sarana gibah, fitnah, caci-maki, dan sebagainya. Mulut kita jika tidak dapat dikawal, ia seumpama air mengata-ngata perilaku orang lain. Kita kenal pun tidak dengan si pulan tu, tetapi mulut kita syoknya mengatakan mereka. Mulut kita juga rasa berat nak berzikir, tak terkeluar dari mulut. Mengapa ya?


Selanjutnya adalah hati. Ini adalah bahagian terpenting yang perlu kita jaga.
Hati ibaratnya pemimpin bagi organ tubuh yang lain, yang menjadi komando. Hati boleh sakit, buta bahkan mati jika semakin banyak berbuat maksiat. Hati ibarat cermin, semakin banyak bermaksiat maka semakin banyak noda titik-titik hitam di cermin itu. Atau bahkan mungkin tidak lagi titik-titik hitam tapi sudah jelaga hitam yang susah dibersihkan dan tidak boleh dipakai untuk bercermin lagi kerana sudah diselaputi. Begitu pula dengan diri kita, semakin banyak kita berbuat maksiat dan tidak bertaubat maka kita semakin terbiasa dengan kemaksiatan itu.


Salah satu yang menyebabkan kematian hati adalah banyak bercanda atau bergurau senda. Dibolehkan jika kita bergurau senda untuk menceriakan suasana atau menciptakan suasana ukhuwah. Tapi tetap memperhatikan adab-adabnya, perhatikan dengan siapa juga dan tidak berlebihan, apalagi adanya lelaki dan perempuan di dalam satu majlis, hati-hati!


Mari kita tengok diri kita, evaluasi diri kita, jika selama ini kita belum menjaga mata, mulut, telinga, hati dan organ tubuh kita yang lain dari kemaksiatan maka segeralah kita bertaubat dan istighfar diri, tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan. Seharusnya kita merasa sayang kalau tidak boleh tadarus Al-Quran meski hanya terlepas satu hari. Merasa sayang pula jika tidak boleh merasakan nikmatnya beribadah. Jika masih merasa sayang, maka jagalah diri kita, dan Insya Allah, Allah akan menjaga kita agar senantiasa boleh dekat dengan-Nya.


.

Friday, 2 November 2012

Sukar Bangun Qiamullail [Bangun Malam] ?


Another related entry berkenaan 
Qiyamullail / Qiamullail/ Bangun Malam / Tahajjud:
1. Sukar Bangun Qiamullail? 
2.Tips Bangun Malam (Surah Al-Kahfi Ayat 107 - 110) 
3. Qiyamullail (An Overview)



Ada sesuatu yang menakutkan dan mengerikan ,
sehingga menyebabkan kita sukar untuk bangun 
daripada buaian lena yang panjang.






---------------------------------------------------------
With reference to: "Tazkiyah" hasil tulisan Ustaz Cahyadi Takariawan dan Ghazali Mukri. Buku yang penuh dengan taujih untuk jiwa. Buku yang mereka rumuskan daripada sebuah kitab “ Al Bahrur Ra’iq fiz Zuhdi war Raqa’iq” karya Dr Ahmad Farid.
----------------------------------------------------------
Pernah suatu ketika, ada orang bertanya kepada Ibnu Mas’ud RA :

“ Kami tidak mampu dan boleh bangun malam.”

Jawab Ibnu Mas’ud :

“ Ini kerana, dirimu dijauhkan oleh dosa-dosamu.”

Kisah lainnya, ada orang berkata kepada tabiin yang soleh lagi warak iaitu Hassan al-Basri :

“ Saya tidak boleh bangun malam. Berikanlah aku penawarnya!,”

Kata Hassan al-Basri dengan tenang :

“ Janganlah kalian bermaksiat kepada Allah SWT di siang hari, nescaya Dia akan membangunkan kalian di hadapan-Nya di malam hari.”

At-Tsauri pernah berkata :

“ Saya terhalangi untuk melakukan qiamullail selama lima bulan kerana suatu dosa yang telah saya kerjakan.”

Apa yang boleh kita simpulkan? Apakah yang sebenarnya yang menjadi penghalang kita dalam usaha menghidupkan sunnah mengimarahkan malam bersama Allah SWT?

Jelas. Jawapannya ialah kerana hati kita kotor, hitam, jijik dan rosak. Ini semua lantaran dan asbabnya ialah dosa-dosa, maksiat-maksiat dan noda-noda yang kita buat berulang kali kepada Allah SWT!

Lantaran itu, antara nasihat yang berbekas dan menyentuh hati saya ialah :

“ Janganlah memperbanyakan dosa di siang hari, sebab perbuatan dosa akan menyebabkan hati keras dan terhalang untuk mendapat rahmat daripada Allah SWT.”


+CREDITS TO : ATHIRAH ARIFFIN



Ada orang bertanya kepada Imam Hasan al-Basri :

"Wahai Abu Sa'id, aku berasa sudah memaksakan diri untuk melakukan solat malam, namun mengapa aku tetap tidak mampu melakukannya?"

Beliau menjawab :"Wahai saudaraku, mohon ampunlah kepada ALLAH & bertaubatlah kerana itu adalah tanda-tanda keburukan. Sesungguhnya, jika seseorang telah tenggelam dalam perbuatan dosa, maka dia akan berasa susah untuk melakukan solat malam."

[Umar Ibnu Aziz, Ma'alim At-Tajdid wa Al-Islah Ar-Rasyidi 'Ala Minhaj An-Nubuwwah, Oleh Dr Ali Shalabi, hal 320]


.
.