Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, 28 April 2012

Hati Di Tumit

* luka kaki pada keesokan harinya semasa di office 
ekoran tekanan gravity kasut baji hitam 4 inci , 
huhuhu sampai ke hari ini luka masih ternganga, 
aku takut kena jahit kalo ke klinik*

dalam beringat
aku terpijak duri

lupa kaki cuma
tulang dan daging disalut kulit
lupa kaki rupanya
tidak berkasut
lupa hati kadang
ada ditumit

.

Tuesday, 24 April 2012

Muka Tak Tahu Malu Aku



dia
tuhan yang aku sembah
tika ibadah
adalah tuhan yang aku sanggah
tika maksiat


abdullah jones menulis redd rohim membaca

.

Monday, 23 April 2012

Merah




Antara yang berjaya melempang aku hanya dengan kata-katanya
Rasa seperti ditempeleng sehingga mulut berdarah... aduh!

Carilah dia untuk bersama menghidupkan sang waktu
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganku, bukan mengisi kekosonganku


Redd Rohim
Sungai Penchala
10.29 malam


Ada Apa Dengan Meja Jepun Ku?





Keletuk lututku diketuk
Kepet kakinya terkelepet
Komputer riba mengelongsor


Kelempap segempa alam
Tetikus kekunci ecer-eceran
Aduh...

Tinjunya jatuh ke atas lantai
Geram gemas
Berdentang kole terhempas
Tanganku menggeletar
Air mataku berceceran
Dalam sentak-hentak gravitasi, yang tak sederhana


Redd Rohim
Sungai Penchala
9.31 malam

Sunday, 22 April 2012

Can't S.L.E.E.P.




When I was with you, we stayed up all night
When you're not here, I can't get to s.l.e.e.p
Praise God for these two insomnia(s)!
And the differences between them.

.


Saturday, 21 April 2012

Mirror



You have no idea how hard I've looked for a gift to bring You...
Nothing seemed right...
What's the point of bringing gold to gold mine?
Or water to the ocean?

Everything I came up with was like taking spices to the Orient
It's no good giving my heart and my soul, because you already have these
So, I brought you a mirror
Look at yourself and remember me...


R.U.M.I.


.

Thursday, 19 April 2012

Itu Karena Hal Terindah Di Dunia Tidak Terlihat

Mengapa kita menutup mata?
Ketika kita tidur; Ketika kita menangis; Ketika kita membayangkan?
... Itu kerana hal terindah di dunia tidak terlihat


Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita
Kita bergabung dengannya dan jatuh dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta


Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
Seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tetapi melepaskan bukan akhir dari dunia
Melainkan suatu awal kehidupan baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti
Mereka yang telah dan tengah mencari
Dan mereka yang telah mencuba
Kerana merekalah yang bisa menghargai betapa pentingya
Orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapat akan keinginannya
Melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh
Entah bagaimana perjalanan kehidupan

Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
Dan menyadari bahawa penyesalan tidak seharusnya ada
Cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi
Atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat

Teman sejati:
Mengerti ketika kamu berkata "Aku lupa..."
Menunggu selamanya ketika kamu berkata "Tunggu sebentar..."
Tetap tinggal ketika kamu berkata "Tinggalkan aku sendiri..."

Membuka pintu meski kamu belum mengetuk
Dan kamu belum sempat berkata "Bolehkah saya masuk?..."

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan;
Melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan; Melainkan bagaimana kamu mengerti
Bukanlah apa yang kamu lihat; Melainkan apa yang kamu rasa
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan; Melainkan bagaimana kamu bertahan

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti menyintai seseorang
Bukanlah kerana orang itu berhenti mencintai kita
Melainkan kerana kita menyadari bahawa orang itu akan lebih berbahagia
Apabila kita melepaskannya
Kadangkala, orang yang paling mencintaimu 
Adalah orang yang tidak pernah menyatakan cinta kepadamu
Kerana takut kau berpaling dan memberi jarak
Dan bila suatu saat pergi, kau akan menyadari
Bahwa dia adalah cinta yang kau tak sadari


Bait Khalil Gibran